Tesla Ubah Lagi Nama FSD Di China, Tanda Peluncuran Besar Kian Mendekat

Author: Redaksi Android62

Tesla kembali membuat langkah yang menandakan persiapan peluncuran FSD di China semakin serius. Di situs resmi Tesla China, fitur Full Self-Driving kini muncul dengan nama baru, yaitu “Tesla Assisted Driving” atau “特斯拉辅助驾驶”, sementara harganya tetap tercantum 64.000 yuan.

Perubahan nama ini langsung menarik perhatian karena Tesla juga mengumumkan di X bahwa FSD Supervised kini tersedia di sejumlah pasar, termasuk China. Untuk pertama kalinya, perusahaan secara resmi mengonfirmasi bahwa teknologi smart driving canggih itu sudah masuk ke pasar otomotif terbesar di dunia.

Di halaman Tesla China, paket tersebut disebut mencakup seluruh fungsi dari paket basic dan enhanced assisted driving. Namun, Tesla juga menuliskan bahwa fungsi lengkap Tesla Assisted Driving akan “available later”, sehingga peluncuran penuh masih belum terjadi.

Keterangan di situs itu ikut memberi gambaran arah pengembangannya. Tesla menuliskan bahwa di masa depan, kendaraan akan mampu menyelesaikan sebagian besar tugas berkendara dengan intervensi pengemudi yang minimal.

Perubahan nama ini bukan hal yang benar-benar baru bagi Tesla di China. Pada Maret tahun lalu, situs Tesla China juga sempat mengganti “FSD Intelligent Assisted Driving” menjadi “Intelligent Assisted Driving” dan menghapus huruf “FSD” dari nama produk.

Kini, perubahan yang kembali dilakukan terasa lebih penting karena datang bersamaan dengan pengumuman resmi soal ketersediaan FSD Supervised. Itu membuat pasar menilai bahwa fase menuju peluncuran besar di China sudah semakin dekat, meski detail implementasinya masih belum dibuka.

China memang menjadi panggung yang penting bagi Tesla. Perusahaan masih harus menyesuaikan sistemnya agar cocok dengan kondisi jalan di China yang dikenal kompleks, sementara persaingan di sana juga sangat ketat.

Di pasar itu, Tesla berhadapan dengan pemain lokal seperti Xiaomi dan Huawei. Keduanya sudah menjadikan smart driving urban yang kompleks sebagai fitur standar di kendaraan mereka.

Tekanan bisnis Tesla di China juga belum mereda. Penjualan ritel Tesla di negara tersebut turun 15,05% secara tahunan selama Januari hingga April tahun ini, sehingga peluncuran resmi teknologi bantuan mengemudi ini dinilai penting bagi fase pertumbuhan berikutnya.

Selain itu, Tesla di China selama ini membiarkan pemilik mobil membeli software dengan pembayaran satu kali. Di pasar luar negeri, model seperti itu sudah dihentikan dan Tesla hanya mendukung skema berlangganan.

Pembaruan nama di situs resmi dan pengakuan terbuka soal ketersediaan fitur membuat perhatian terhadap strategi Tesla di China semakin besar. Perusahaan juga disebut baru-baru ini memasang beberapa lowongan kerja mendesak yang berkaitan dengan pengujian smart driving di China, yang memperkuat dugaan bahwa persiapan menuju implementasi resmi masih terus berjalan.

Momen pengumuman ini juga menyita perhatian karena muncul setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China pekan lalu. Dalam kunjungan tingkat tinggi itu, CEO Tesla Elon Musk ikut mendampingi sebagai perwakilan bisnis, sementara pasar kini masih menunggu rincian soal jadwal, penyesuaian teknis, dan ruang lingkup penerapan FSD Supervised di China.

Source: cnevpost.com
Berita Terbaru