Lebih dari 120 musisi akan tampil dalam The Sounds Project Vol. 9 yang berlangsung selama tiga hari di kawasan Ancol, Jakarta. Skala tersebut menjadikan edisi kesembilan festival ini sebagai penyelenggaraan paling ambisius sepanjang perjalanannya.
Festival bertema Beyond Memories itu mempertemukan pop-punk, rock era 2000-an, musik Nusantara, hingga pop Indonesia dalam satu akhir pekan. Kehadiran tiga penampil internasional dan sejumlah nama besar lokal menjadi daya tarik utama acara ini.
The Sounds Project Vol. 9 dijadwalkan berlangsung pada 7, 8, dan 9 Agustus 2026 di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta. Format tiga hari memberi penonton pilihan pertunjukan lintas genre serta lintas generasi.
Tiga Penampil Internasional
Neck Deep dari Inggris, Nusantara Beat yang berbasis di Belanda, serta JET dari Australia masuk dalam pengumuman awal jajaran penampil. Ketiganya membawa karakter musik yang berbeda, dari pop-punk modern sampai rock yang kuat melekat pada era 2000-an.
| Musisi | Asal | Catatan Penampilan |
|---|---|---|
| Neck Deep | Inggris | Tampil eksklusif di Asia Tenggara setelah jeda musim panas |
| Nusantara Beat | Belanda | Tampil eksklusif di Indonesia hanya di festival ini |
| JET | Australia | Membawakan materi rock ikonik era 2000-an |
Neck Deep dijadwalkan kembali menyapa penggemar Asia Tenggara setelah rehat pada musim panas. Band asal Inggris itu menambah pilihan bagi pendengar yang mengikuti perkembangan musik alternatif dan punk modern.
Nusantara Beat menawarkan warna berbeda melalui identitas internasional yang tetap berakar pada musik Indonesia. Grup berbasis Belanda tersebut dikenal membawa nuansa musik Nusantara ke panggung festival dunia.
Sementara itu, JET diproyeksikan menjadi salah satu magnet bagi pendengar milenial melalui repertoar rock era 2000-an. Kehadirannya membuka ruang nostalgia bagi penonton yang ingin kembali mendengar lagu-lagu yang menemani masa muda mereka.
Nama Lokal dari Berbagai Spektrum Musik
Susunan musisi Indonesia juga mencakup Tulus, Bernadya, Raisa, Hindia, .Feast, Alkateri, Mahalini, Perunggu, dan IDGITAF. Daftar tersebut memperlihatkan upaya festival menjangkau pendengar dengan selera musik yang beragam.
Pop yang intim, musik alternatif, rock, dan pop-punk akan berada dalam rangkaian acara yang sama. Kombinasi ini membuat The Sounds Project Vol. 9 tidak hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga menghadirkan energi dari nama-nama yang sedang memiliki basis pendengar besar.
Festival Director Gerhana Banyubiru menyatakan The Sounds Project berawal dari acara kecil dengan satu panggung saat tim penyelenggara masih berkuliah. Menurutnya, konsistensi menjadi tantangan utama ketika festival tumbuh bersama penontonnya selama lebih dari satu dekade.
“Dan itu yang ingin kami berikan tahun ini, bukan sekadar kenangan, tapi pengalaman yang benar-benar membekas bagi setiap penonton yang datang,” ujar Gerhana dalam pernyataannya. Pernyataan tersebut menjadi dasar dari tema Beyond Memories pada edisi kesembilan.
Pilihan Tiket dan Jadwal Harian
Panitia menyediakan beberapa kategori tiket bagi penonton yang ingin datang selama satu hari atau mengikuti seluruh rangkaian festival. Tiket normal tersedia melalui ticket.thesoundsproject.com.
| Kategori Tiket | Peruntukan | Pilihan Hari |
|---|---|---|
| 3 Days Pass | Akses tiga hari | 7-9 Agustus 2026 |
| Daily Pass | Akses satu hari | Hari pertama, kedua, atau ketiga |
| Couple Package | Paket dua tiket | Sesuai pilihan pembelian |
| Group Package | Paket enam tiket | Sesuai pilihan pembelian |
Hari pertama berlangsung pada Jumat, 7 Agustus, dilanjutkan hari kedua pada Sabtu, 8 Agustus, dan hari ketiga pada Minggu, 9 Agustus. The Sounds Project selama ini disebut tumbuh secara organik dari komunitas hingga menarik puluhan ribu penonton pada setiap penyelenggaraan.
