The Sun Goes Down resmi merilis single baru berjudul Liminal pada 20 Mei 2025. Lagu ini menjadi kelanjutan perjalanan musik mereka setelah album penuh Semicolon yang dirilis pada 2021.
Karya terbaru unit alternatif asal Jawa Timur itu menyoroti kondisi “ruang antara”, yaitu momen saat seseorang belum sepenuhnya lepas dari rasa kehilangan, tetapi juga tidak lagi berada di keadaan lama. Dari titik itu, Liminal dibangun sebagai lagu tentang proses menerima perubahan hidup.
Nuansa yang lebih dewasa
Dari sisi musikal, Liminal tetap membawa karakter emosional yang selama ini melekat pada The Sun Goes Down. Namun, lagu ini disebut hadir dengan suasana melankolis yang lebih matang dan dinamika yang lebih terjaga.
Krisno pada vokal bersama personel lain mengarahkan lagu ini agar terasa seperti ajakan untuk berdamai dengan kehilangan. Pendekatan tersebut memperkuat identitas band yang sejak awal dikenal lewat lirik reflektif dan warna alternatif yang personal.
Rilis digital dan video musik
Peluncuran Liminal tersedia di seluruh platform streaming digital dan juga disertai video musik resmi di kanal YouTube mereka. Visual yang disiapkan dalam video itu dirancang untuk menegaskan tema transisi dan penerimaan yang menjadi inti lagu.
Dengan dukungan visual, pengalaman mendengarkan Liminal diarahkan agar terasa lebih utuh. Langkah ini memberi ruang bagi pendengar yang menangkap sisi naratif dan emosional dari karya tersebut.
Konsistensi sejak 2017
The Sun Goes Down terbentuk pada 2017 dan beranggotakan Krisno sebagai vokal, Yaya dan Dhani di gitar, Farusma di bass, serta Winaldy pada drum. Sejak awal, mereka konsisten mengusung warna alternatif dengan penekanan pada lirik yang personal dan reflektif.
Jejak itu sebelumnya terlihat pada Semicolon, sebelum mereka kembali melalui Liminal. Kehadiran single terbaru ini menunjukkan bahwa pengalaman emosional masih menjadi pusat eksplorasi musik The Sun Goes Down.
Source: mediaindonesia.com






