Enam Kali Runner-up, Thom Haye Ingin Timnas Indonesia Akhiri Penantian di Piala AFF 2026

Author: Redaksi Android62

Thom Haye memasang sasaran tegas untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Gelandang berusia 31 tahun itu ingin skuad Garuda mengakhiri penantian gelar yang belum terwujud sejak turnamen pertama berlangsung pada 1996.

Target tersebut memiliki bobot sejarah karena Indonesia sudah enam kali mencapai posisi runner-up. Bagi Haye, catatan itu menjadi dorongan tambahan agar tim tidak datang hanya untuk meramaikan persaingan Asia Tenggara.

"Tentu kami memahami sejarah tim ini. Semua orang di dalam skuad sangat termotivasi dan ingin membuktikan kemampuan kami," kata Haye. Ia menilai motivasi itu harus diterjemahkan menjadi kerja keras sepanjang masa persiapan.

Target Juara Ditetapkan Secara Terbuka

Haye menegaskan Indonesia mengincar persaingan menuju gelar, bukan sekadar menjalani setiap pertandingan. Pengalaman pemain dalam laga besar, termasuk final, disebutnya sebagai salah satu modal yang dimiliki skuad.

"Saya rasa itu sudah sangat jelas. Kami datang untuk bersaing menjadi juara. Kami tidak takut mengatakan hal itu karena kami sudah memiliki pengalaman bermain di pertandingan-pertandingan besar, termasuk final," lanjutnya.

Namun, target besar itu tidak membuat tim ingin terburu-buru memikirkan kekuatan calon lawan. Haye menekankan bahwa kesiapan internal dan pelaksanaan rencana permainan harus menjadi perhatian utama sebelum kompetisi dimulai.

"Saat ini kami tidak ingin terlalu banyak membicarakan lawan-lawan yang akan dihadapi. Fokus kami adalah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin," tegas Haye. Pendekatan bertahap dipandang penting untuk menghadapi setiap tantangan di turnamen.

Latihan di Gianyar Menjadi Fondasi

Skuad Indonesia menjalani pemusatan latihan di Bali United Training Center, Gianyar. Setelah hampir dua pekan berlatih, Haye merasakan ritme dan kekuatan persiapan tim semakin terbentuk.

Menurut Liputan6.com, intensitas latihan serta semangat para pemain tetap terjaga dari hari ke hari. Haye memandang proses itu diperlukan agar tim memasuki Piala AFF 2026 dalam kondisi yang paling siap.

"Seluruh pemain memiliki semangat yang tinggi dan kami benar-benar ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin. Saya menikmati proses ini, tetapi di saat yang sama kami juga bekerja sangat keras," ujar pemain Persib Bandung tersebut.

Pemusatan latihan juga memberi ruang bagi pemain untuk membangun kekompakan sebelum memasuki pertandingan kompetitif. Chemistry antarpemain menjadi faktor yang dinilai penting agar permainan tim dapat berjalan lebih padu.

Senior Membantu Adaptasi Pemain Muda

Komposisi Timnas Indonesia memadukan pemain berpengalaman dengan sejumlah wajah muda. Haye melihat perpaduan itu sebagai kekuatan karena pemain muda menunjukkan keinginan untuk belajar, bekerja keras, dan berkembang.

Tim Geypens dan Mitchell Baker termasuk pemain muda yang berada di dalam skuad. Kehadiran mereka membuat Haye merasa perlu memberi contoh dalam latihan maupun di luar lapangan.

Bersama Marc Klok dan Jordi Amat, Haye berharap proses adaptasi pemain muda dapat berlangsung cepat. Para pemain senior diharapkan mampu menghadirkan energi positif serta membantu terbentuknya hubungan yang kuat di dalam tim.

"Sebagai salah satu pemain yang lebih senior, saya ingin memberikan contoh yang baik kepada para pemain muda, memberikan energi positif, serta membantu mereka semampu saya," kata Haye. Budaya saling membantu tersebut diharapkan menjadi kekuatan tambahan saat Indonesia menjalani laga demi laga untuk mengejar gelar.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru