Minum Air Tengah Malam Tidak Merusak Ginjal, Tidur Justru Bisa Terganggu

Author: Redaksi Android62

Minum air saat terbangun di tengah malam tidak terbukti merusak ginjal pada orang dengan fungsi organ yang normal. Dampak yang lebih mungkin terjadi justru adalah tidur terganggu karena keinginan buang air kecil meningkat.

Kebiasaan minum dalam jumlah besar menjelang tidur dapat membuat seseorang lebih sering terbangun untuk berkemih. Kondisi ini dapat mengurangi kualitas tidur, meski tidak berarti ginjal sedang bekerja terlalu berat.

Ginjal Tetap Menyaring Cairan Saat Tidur

Ginjal bekerja sepanjang waktu untuk menyaring darah serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Proses tersebut tetap berlangsung ketika tubuh sedang beristirahat pada malam hari.

Dalam sehari, ginjal menyaring sekitar 190 hingga 200 liter cairan. Sebagian besar cairan itu diserap kembali oleh tubuh, sedangkan sekitar 1,5 hingga 2 liter dikeluarkan sebagai urine.

Urine membawa zat sisa metabolisme, termasuk urea, kreatinin, dan kelebihan asam. Karena penyaringan berlangsung terus-menerus, waktu minum bukan penentu utama kerusakan ginjal bagi orang yang fungsi ginjalnya baik.

Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), menjelaskan bahwa anggapan minum malam hari membuat ginjal bekerja terlalu keras tidak tepat. Kepada health.detik.com, ia mengatakan, “Salah. Mau minum pagi, siang, malam sama aja, yang penting kecukupan volumenya.”

Atur Waktu Minum agar Tidak Sering Terbangun

Meski aman bagi ginjal, asupan cairan pada malam hari perlu disesuaikan agar tidak memicu beser. Sebagian besar kebutuhan cairan lebih baik dipenuhi sejak pagi hingga sore hari.

Prof dr Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), PhD, menyebut kebutuhan cairan malam hari cenderung lebih rendah. Tubuh tidak banyak beraktivitas dan tidak berkeringat sebanyak pada siang hari.

Ia menyarankan jumlah minum dikurangi setelah pukul 18.00 serta dihentikan sekitar satu jam sebelum tidur. Pengaturan ini bertujuan menjaga kualitas tidur tanpa mengabaikan kebutuhan cairan tubuh.

Kebutuhan Cairan Harus Seimbang

Air putih tetap diperlukan untuk membantu tubuh bekerja dengan baik, termasuk menjaga aliran darah menuju ginjal. Namun, jumlah yang terlalu banyak juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Kelompok Anjuran Air Mineral Catatan
Dewasa sehat Rata-rata 2 liter per hari Asupan berlebih dapat membuat lebih sering berkemih.
Usia di atas 60 tahun Sekitar 1,5 liter per hari Dianjurkan tidak kurang maupun lebih dari jumlah tersebut.

Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, menyebut rata-rata orang dewasa sehat umumnya cukup minum dua liter air mineral sehari. Kebutuhan setiap orang tetap perlu dijaga dalam batas seimbang, bukan sekadar diperbanyak.

Air Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal

National Kidney Foundation menjelaskan bahwa ginjal dapat menahan lebih banyak air saat tubuh membutuhkannya dan membentuk urine ketika cairan berlebih. Ginjal dan otak juga bekerja bersama memunculkan rasa haus sebagai sinyal alami kebutuhan cairan.

Asupan cukup membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga aliran darah, oksigen, dan nutrisi menuju ginjal berjalan lancar. Kekurangan cairan berat dapat menurunkan aliran tersebut, terutama ketika cuaca panas atau aktivitas fisik berlangsung intensif.

Air yang cukup juga membantu menurunkan risiko batu ginjal karena kristal pembentuk batu lebih sulit saling menempel. Produksi urine yang meningkat turut membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih pada infeksi saluran kemih.

Karena itu, minum air malam hari saat haus tidak perlu dikhawatirkan sebagai penyebab ginjal rusak. Hal yang perlu diperhatikan adalah volume cairan dan waktunya agar kesehatan ginjal serta tidur tetap terjaga.

Berita Terbaru