Tiga awak tank Tipe 10 tewas dan satu prajurit lainnya mengalami luka serius setelah ledakan terjadi di dalam kendaraan tempur saat latihan menembak di lapangan tembak Hijudai, Prefektur Oita, Jepang barat daya. Peristiwa itu langsung menyita perhatian karena melibatkan salah satu tank utama andalan Pasukan Bela Diri Darat Jepang atau JGSDF.
JGSDF menyampaikan ledakan terjadi pada Selasa pagi di area latihan tersebut. Hingga kini, penyebab pastinya masih diperiksa oleh pihak berwenang, meski dugaan awal mengarah pada ledakan tidak sengaja dari peluru artileri di dalam tank.
Kerusakan berat terlihat dari lokasi
Foto dari lokasi yang dirilis media Jepang memperlihatkan tiga tank Tipe 10 berada di area terbuka. Tank yang berada di posisi tengah tampak mengalami kerusakan parah, dengan bagian belakang kendaraan runtuh dan dipenuhi puing.
Kondisi itu memperlihatkan betapa kerasnya ledakan yang terjadi di dalam ruang kendaraan. Karena insiden berlangsung saat latihan resmi, perhatian publik juga tertuju pada prosedur keselamatan yang diterapkan selama penggunaan senjata berat.
Pernyataan belasungkawa dari pemerintah
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi turut menanggapi insiden tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa dan menyebut dugaan awal mengarah pada ledakan tidak sengaja dari peluru artileri di dalam kendaraan.
“Saya sangat menyesal dan menyampaikan belasungkawa terdalam saya,” ujar Takaichi. Pernyataan itu menunjukkan bahwa insiden ini mendapat perhatian serius dari pemerintah Jepang, mengingat korban jiwa yang jatuh dan peran penting tank tersebut dalam kekuatan darat Jepang.
Tank utama modern milik Jepang
Tipe 10 dikenal sebagai tank tempur utama paling modern milik Jepang. Pengembangannya dimulai sejak 1990-an dan kendaraan ini resmi digunakan JGSDF pada 2012.
Selama periode 2010 hingga 2022, sebanyak 117 unit diproduksi. Nilai setiap unit dilaporkan lebih dari 11 juta dolar AS, sehingga kerusakan akibat ledakan ini juga menyoroti besarnya nilai strategis dan teknologi yang melekat pada kendaraan tersebut.
Spesifikasi yang membuatnya menjadi sorotan
Dalam kondisi normal, tank Tipe 10 dioperasikan oleh tiga awak. Kendaraan ini memiliki bobot sekitar 44 hingga 48 ton, serta dilengkapi pelindung baja dan pelindung komposit modular berbahan keramik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan misi.
Sebagai senjata utama, tank ini memakai meriam laras halus 120 mm yang dikembangkan oleh Japan Steel Works. Sistem pengisian otomatis pada meriam itu membantu mengurangi jumlah awak dibandingkan tank konvensional, sekaligus menjadi salah satu ciri teknologi yang menonjol pada kendaraan ini.
Penyelidikan masih berlanjut
Pihak berwenang masih memeriksa rangkaian kejadian yang memicu ledakan di dalam tank. Hasil investigasi diharapkan memberi gambaran lebih jelas tentang sumber ledakan dan menjadi dasar untuk mencegah kejadian serupa dalam latihan berikutnya.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden militer yang paling disorot di Jepang karena melibatkan kendaraan tempur modern, korban jiwa, serta dugaan ledakan amunisi di dalam ruang kendaraan saat latihan berlangsung. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada penyelidikan dan kondisi tank Tipe 10 yang mengalami kerusakan berat setelah ledakan.
Source: www.beritasatu.com






