Tiga Fitur Motor Yang Paling Sering Diperdebatkan, Canggih Bagi Sebagian Orang, Merepotkan Bagi Yang Lain

Di motor modern, tiga fitur yang paling sering memicu perdebatan justru bukan soal tenaga mesin atau desain bodi. Keyless ignition, riding mode yang terlalu banyak, dan layanan berlangganan berbayar kerap dianggap berguna oleh satu kelompok, tetapi merepotkan bagi kelompok lain.

Perbedaan pandangan itu muncul karena ketiganya menyentuh kebiasaan berkendara, rasa praktis, sampai soal biaya dan kenyamanan. Bagi sebagian pengendara, fitur seperti ini terasa seperti kemajuan yang masuk akal, tetapi bagi yang lain justru menambah langkah dan beban yang tidak perlu.

Keyless ignition, ringkas di satu sisi, merepotkan di sisi lain

Keyless ignition kini makin umum dipakai pada motor listrik maupun motor bensin dari merek seperti Indian, Honda, Yamaha, dan Triumph. Di model yang sudah memakai sistem ini, pengendara memang harus mengikuti cara kerja fitur tersebut.

Bagi banyak bikers, kelebihannya jelas terasa karena kunci cukup disimpan di saku, dijepit di belt loop, atau dibawa di backpack. Namun, kemudahan itu tidak selalu berjalan mulus di lapangan.

Masalah bisa muncul ketika key fob tergelincir dari saku saat berkendara atau tertinggal di tas yang tidak ikut dibawa. Kondisi lain juga bisa lebih merepotkan, misalnya saat key fob dibawa penumpang atau terselip di backpack yang ditinggalkan.

Dalam situasi seperti itu, motor bisa mendadak tidak bisa dipakai meski pengendara sudah duduk di atasnya. Ada juga risiko sederhana yang sering dibahas, yaitu ketika key fob tertinggal di saku jaket atau celana lalu ikut masuk mesin cuci.

Terlalu banyak riding mode, menarik di layar tapi tidak selalu dipakai

Motor modern memang semakin terbantu oleh ABS, traction control, dan teknologi lain yang memudahkan pengendara baru maupun berpengalaman. Tetapi, saat riding mode tersedia terlalu banyak, sebagian rider justru menilai fitur itu berlebihan.

BMW R 1300 GS menjadi salah satu contoh dengan pilihan Road, Rain, Eco, dan Enduro. Pada varian TE, jumlahnya bertambah lagi lewat Dynamic, Dynamic Pro, serta opsi off-road lain.

Beberapa model lain juga menawarkan mode standar dan mode yang bisa dikustomisasi untuk mengatur suspensi, respons throttle, ABS, dan traction control. Secara teori, pilihan seperti ini memberi ruang penyesuaian yang luas sesuai kebutuhan berkendara.

Di praktiknya, banyak pengendara akhirnya hanya memakai satu atau dua mode saja. Sisanya sering hanya dicoba sebentar untuk merasakan perbedaan, lalu ditinggalkan begitu saja.

Layanan berlangganan berbayar, fitur canggih yang tidak semua orang mau bayar

Model berlangganan kini tidak hanya hadir di layanan hiburan, tetapi juga mulai masuk ke dunia otomotif dan sepeda motor. Di mobil, pola ini lebih dulu terlihat lewat layanan seperti OnStar dari General Motors, BlueCruise dari Ford, dan Mercedes Me Connect.

Di motor, tren serupa mulai muncul lewat voice command Kawasaki, Ride Command+ dari Indian Motorcycle, dan Intelligent Services dari CFMoto. Bahkan, layanan Intelligent Services milik CFMoto sempat gratis sebelum dipindahkan ke balik paywall pada Agustus 2025.

Fitur yang biasanya dikunci di balik langganan mencakup pelacakan rute berkendara, digital key, geofence, dan lokasi real-time. Sekilas, paket seperti ini tampak lengkap dan modern, tetapi tidak semua pemilik motor bersedia membayar biaya bulanan untuk mengaksesnya.

Di komunitas motor, model seperti ini kerap menuai penolakan karena dianggap menambah biaya untuk fitur yang sebelumnya terasa standar. Meski begitu, tetap ada pengendara yang menyukai detail tambahan dan kesan canggih dari layanan berbayar, terutama mereka yang gemar menyesuaikan motor sesuai gaya berkendara masing-masing.

Berita Terkait