Tiga Gelar Beruntun Persib Menggantung, Masa Depan Bojan Hodak Masih Tanda Tanya

Bojan Hodak tetap berada di pusat perhatian karena namanya terhubung dengan salah satu periode paling produktif dalam sejarah Persib Bandung. Dalam waktu yang relatif singkat, pelatih asal Kroasia itu membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia secara beruntun dan mengubah tim tersebut menjadi kekuatan paling dominan di level nasional.

Catatan itu membuat isu mengenai masa depannya terasa semakin besar. Meski kontraknya disebut masih berlaku hingga 31 Mei 2026, kabar tentang kemungkinan perpisahan dengan Persib terus menguat dan ikut memunculkan tanda tanya di kalangan Bobotoh.

Tiga gelar beruntun yang menandai era Hodak

Persib mencatat prestasi luar biasa dengan menjuarai Liga Indonesia atau Super League dalam tiga musim beruntun. Gelar itu datang pada 2023/24, 2024/25, dan 2025/26, sesuatu yang membuat Persib menjadi tim pertama yang mencetak hattrick gelar di era modern kompetisi nasional.

Pencapaian tersebut tidak hanya mempertegas status Persib di puncak persaingan, tetapi juga menempatkan Hodak dalam daftar pelatih paling berpengaruh yang pernah menangani klub asal Bandung itu. Dari sisi hasil, masa kerjanya jelas meninggalkan jejak yang sangat kuat.

Awal kerja yang langsung memberi dampak

Hodak resmi ditunjuk Persib pada 26 Juli 2023 untuk menggantikan Luis Milla. Sejak awal, ia membawa pendekatan permainan yang rapi dan disiplin dengan formasi andalan 4-3-3 defending.

Dampaknya terasa cepat. Persib tampil lebih stabil, lebih sulit dikalahkan, dan mampu menjaga konsistensi hingga mengubah peluang menjadi rangkaian gelar juara.

Angka yang memperkuat reputasi

Kinerja Hodak bersama Persib tidak hanya terlihat dari trofi yang ia bawa pulang. Dalam 116 pertandingan, ia mencatat 67 kemenangan, sebuah angka yang menunjukkan konsistensi tinggi selama memimpin tim.

Berikut ringkasan catatan utamanya: total pertandingan 116 laga, kemenangan 67 kali, gelar juara 3 kali Liga Indonesia, dan masa kontrak hingga 31 Mei 2026. Statistik itu memperkuat anggapan bahwa Persib tidak sekadar meraih juara sesaat, melainkan dibangun lewat struktur permainan yang matang.

Rekam jejak juara sebelum datang ke Bandung

Nama Hodak sebenarnya sudah lebih dulu dikenal di Asia Tenggara sebelum menangani Persib. Ia pernah sukses bersama Johor Darul Ta’zim, Kelantan FA, Kuala Lumpur City FC, Malaysia U-19, dan Phnom Penh Crown.

Pria kelahiran Zagreb pada 4 Mei 1971 itu juga memiliki lisensi UEFA Pro. Pengalaman panjang di berbagai level tim membuatnya datang ke Indonesia dengan modal yang kuat dan karakter permainan yang jelas.

Di Malaysia, namanya lekat dengan kesuksesan bersama JDT dan Kelantan FA. Ia juga membawa Kuala Lumpur City FC meraih Piala Malaysia, mengantar Malaysia U-19 menjuarai AFF U-19 Championship, serta membantu Phnom Penh Crown menjuarai liga Kamboja.

Rumor yang belum mereda

Di tengah catatan sukses itu, rumor mengenai kepergian Hodak belum juga padam. Kondisi ini membuat masa depannya di Bandung menjadi sorotan, apalagi klub-klub besar di Asia disebut bisa tertarik pada pelatih dengan rekam jejak seperti dirinya.

Sampai saat ini, manajemen Persib Bandung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar tersebut. Bagi Bobotoh, potensi perpisahan itu jelas bukan hal ringan, mengingat Hodak telah memberi stabilitas dan prestasi dalam periode yang cukup panjang.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait