Tottenham Hotspur, Aston Villa, dan Newcastle United disebut sama-sama mengawasi Pascal Struijk, membuat masa depan bek Leeds United itu kembali jadi perhatian. Di saat minat dari tiga klub Premier League meningkat, nama pemain keturunan Indonesia tersebut ikut terseret ke dalam pembahasan soal peluang membela Timnas Indonesia.
Laporan Football Insider menyebut Leeds United berusaha meredam ketertarikan yang datang untuk pemain berusia 26 tahun itu. Situasi ini membuat posisi Leeds menjadi penting, karena klub asal Elland Road tersebut masih memegang kontrak Struijk hingga Juni 2027.
Minat besar dari tiga klub
Ketertarikan terhadap Struijk tidak muncul tanpa dasar. Ia tampil stabil bersama Leeds dan berkembang menjadi salah satu sosok penting di lini belakang, sehingga wajar jika nilainya ikut naik di bursa transfer.
Tottenham, Aston Villa, dan Newcastle disebut memantau perkembangannya dengan serius. Ketiga klub itu juga dinilai punya daya tarik besar, baik dari sisi proyek tim maupun kemampuan finansial untuk bersaing dalam perebutan pemain.
Leeds masih punya peluang, tetapi tidak mudah
Meski kontrak Struijk masih panjang, itu tidak otomatis membuat Leeds aman. Jika klub mampu bertahan di Premier League, peluang mempertahankan sang kapten masih terbuka lebih lebar.
Namun, situasinya bisa berubah lebih rumit apabila Leeds terdegradasi ke Championship. Dalam kondisi seperti itu, klub biasanya berada di bawah tekanan finansial dan lebih rentan melepas pemain inti, termasuk sosok penting seperti Struijk.
Mengapa Struijk menarik bagi klub-klub Premier League
Struijk dianggap cocok untuk banyak tim papan atas karena memiliki karakter bek modern. Ia bisa dimainkan di beberapa posisi di lini belakang dan sudah terbiasa dengan ritme Premier League.
Kombinasi pengalaman dan fleksibilitas itu membuatnya dipandang sebagai pemain yang bisa langsung memberi kontribusi. Tottenham disebut membutuhkan tambahan kualitas dan kedalaman di pertahanan, Aston Villa ingin menjaga stabilitas tim yang terus berkembang, sedangkan Newcastle memerlukan opsi bek kuat untuk mendukung ambisi domestik dan Eropa.
Dampaknya bagi Timnas Indonesia
Di luar persoalan transfer, perhatian publik Indonesia juga ikut tertuju pada Struijk. Statusnya sebagai pemain keturunan membuat namanya lama dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia lewat jalur naturalisasi.
Isu itu sempat menguat setelah asisten pelatih John Herdman, Simon Grayson, dilaporkan pernah mengunjungi pusat latihan Leeds United. Meski belum ada kepastian lanjutan, kabar terbaru mengenai minat tiga klub Premier League tetap memunculkan harapan sekaligus tanda tanya bagi publik Garuda.
Jika Struijk benar-benar naik kelas bersama klub yang lebih besar, posisinya sebagai pemain akan semakin kuat. Namun, semakin tingginya fokus karier di level atas juga bisa membuat proses mendekatkannya ke Timnas Indonesia menjadi semakin rumit.
Situasi yang masih terus bergerak
Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada banyak hal, mulai dari hasil akhir Leeds, sikap klub terhadap pemain inti, hingga tawaran resmi dari tim peminat. Keputusan pribadi Struijk juga akan ikut menentukan arah masa depannya.
Dengan tiga klub Premier League yang sudah memantau dan kontrak yang masih berjalan panjang, posisi Struijk kini berada di titik penting. Leeds harus bergerak cepat jika ingin mempertahankannya, sementara publik Indonesia terus menunggu apakah situasi ini justru membuat jalan menuju Merah Putih semakin sulit.
Source: www.suara.com






