Pasar motor bebek di Indonesia memang tidak lagi seramai era sebelumnya, tetapi segmen ini belum benar-benar lenyap. Hingga mendekati pertengahan tahun, hanya tiga pabrikan yang masih mempertahankan lini motor bebek di Tanah Air, yaitu Honda, Yamaha, dan TVS.
Bahkan di tengah dominasi skutik, pilihan motor bebek masih tersedia untuk konsumen yang mencari kendaraan harian yang irit, sederhana, dan mudah dirawat. Sebagian model juga tetap dipertahankan karena membawa nilai nostalgia dan tampilan klasik yang masih punya peminat.
Pilihan yang masih dijual
Model yang tersisa di pasar memperlihatkan bahwa motor bebek masih hadir untuk kebutuhan yang beragam, dari kelas paling terjangkau sampai segmen yang lebih premium. Harga yang tercatat pun sangat bervariasi, mulai dari Rp14 jutaan hingga Rp82 jutaan.
- TVS Neo XR — Rp14,9 juta
- TVS XL100 — Rp15,2 juta
- Honda Revo Fit — Rp18,085 juta
- Yamaha Vega Force — Rp19,9 juta
- Honda Revo X — Rp20,015 juta
- Honda Supra X 125 Spoke FI — Rp21,5 juta
- Yamaha Jupiter Z1 — Rp22,28 juta
- Honda Supra X 125 CW FI — Rp22,525 juta
- Honda Supra GTR 150 Sporty — Rp27,39 juta
- Honda Supra GTR 150 Exclusive — Rp27,64 juta
- Yamaha MX King 150 — Rp28,725 juta
- Honda Super Cub C125 — Rp80,241 juta
- Honda CT125 — Rp82,839 juta
Rentang harga tersebut menunjukkan bahwa motor bebek tidak lagi hanya diposisikan sebagai kendaraan murah. Di sisi lain, ada juga model yang dipasarkan sebagai produk gaya hidup dengan harga jauh lebih tinggi.
Honda masih memegang peran terbesar
Di antara tiga pabrikan yang bertahan, Honda tampil paling lengkap dengan portofolio model yang paling banyak. Pabrikan ini masih menjaga lini ekonomis lewat Revo Fit dan Revo X, lalu melanjutkannya ke Supra X 125 dan Supra GTR 150.
Honda juga tetap mempertahankan model bernuansa retro dan petualangan seperti Super Cub C125 serta CT125. Ragam pilihan itu membuat Honda tetap relevan bagi konsumen yang membutuhkan motor kerja, kendaraan harian, atau unit dengan karakter visual yang lebih menonjol.
Yamaha juga masih menjaga eksistensinya lewat beberapa model penting seperti Vega Force, Jupiter Z1, dan MX King 150. Sementara itu, TVS hadir melalui Neo XR dan XL100 yang lebih fungsional dan menyasar kebutuhan kerja.
Segmen kecil, tetapi masih punya pasar
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI menunjukkan skutik masih sangat dominan dengan kontribusi 91,7 persen. Motor bebek berada di posisi kedua dengan pangsa 4,46 persen, sedangkan motor sport mencatat 3,51 persen.
Angka itu memperlihatkan bahwa motor bebek sudah menjadi segmen yang lebih kecil, tetapi belum hilang dari pasar. Dalam kondisi total penjualan sepeda motor nasional yang mencapai 6,4 juta unit dan tumbuh 1,3 persen, motor bebek tetap memiliki tempat tersendiri.
Kebutuhan konsumen yang mengutamakan efisiensi, biaya pakai rendah, dan kemudahan perawatan masih menjadi alasan utama keberadaan motor bebek. Selama karakter kebutuhan itu tetap ada, lini bebek dari Honda, Yamaha, dan TVS masih akan punya ruang di pasar Indonesia.







