Tiga Pekerja Amal Tewas Saat Dapur Umum Di Deir El-Balah Diserang, Gaza Kembali Berduka

Author: Redaksi Android62

Serangan di Jalur Gaza kembali memakan korban sipil ketika sebuah dapur umum di Deir el-Balah ikut terkena sasaran. Tiga pekerja amal tewas dalam insiden itu, di tengah kondisi kemanusiaan yang sudah sangat rapuh di wilayah tengah Gaza.

Lokasi yang diserang bukan sekadar bangunan biasa. Dapur umum tersebut berada di jalur distribusi bantuan yang sangat dibutuhkan warga yang masih bertahan di tengah perang.

Menurut Hind Khoudary dari Al Jazeera yang melaporkan dari Kota Gaza, ketiga korban di Deir el-Balah merupakan pekerja lembaga kemanusiaan. Ia menilai serangan semacam itu menunjukkan bahwa ancaman tidak hanya mengarah pada individu, tetapi juga pada organisasi yang berupaya melayani komunitas di seluruh Gaza.

Pada hari Minggu, serangan itu juga disebut menimbulkan korban lain di Khan Younis dan Beit Lahiya. Namun, tidak ada rincian tambahan yang disampaikan mengenai kondisi para korban di dua lokasi tersebut.

Hamas mengecam keras serangan ke dapur umum itu. Kelompok tersebut menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang disengaja” dan menggambarkannya sebagai “adegan baru dari genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat kami di Jalur Gaza”.

Hamas juga menuduh adanya “keheningan dan tindakan internasional yang tidak beralasan” yang, menurut mereka, mendorong pendudukan untuk terus melanjutkan serangan. Kecaman itu menambah kerasnya tuduhan terhadap operasi militer Israel di tengah meningkatnya korban sipil.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pada hari Minggu bahwa perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 72.760 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023. Dalam data yang sama, sedikitnya 871 orang disebut tewas sejak gencatan senjata yang disebut-sebut dimulai pada Oktober lalu.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kekerasan belum berhenti, meski pembicaraan mengenai gencatan senjata terus muncul. Bagi warga sipil dan pekerja bantuan, situasi itu menandakan medan yang masih sangat berbahaya untuk bertahan hidup maupun menyalurkan pertolongan.

Di saat yang sama, militer Israel menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza yang ditandai sebagai zona penyangga “garis kuning”. Pada hari Minggu, militer Israel mengatakan pasukannya menewaskan satu orang di zona itu dan menuduh korban bersenjata serta menimbulkan ancaman langsung, tanpa memberikan bukti.

Militer Israel juga menyatakan seorang komandan Hamas tewas dalam insiden terpisah. Mereka mengidentifikasi pria itu sebagai Bahaa Baroud, namun hingga laporan itu dibuat belum ada konfirmasi segera dari Hamas mengenai klaim tersebut.

Serangan ke dapur umum di Deir el-Balah menambah daftar lokasi sipil yang terdampak perang di Gaza. Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung, kematian tiga pekerja amal kembali memperlihatkan betapa rentannya ruang-ruang yang semestinya menjadi tempat perlindungan bagi warga.

Berita Terbaru