Tiga Sekutu Kang Yong Ho Jadi Kunci Serangan Balik di Choiseong Group

Author: Redaksi Android62

Kang Yong Ho berhasil mengubah posisi bertahan menjadi serangan balik setelah tiga orang di sekitar Choiseong Group membantunya membaca gerak dua anak kembarnya. Di tengah kondisi tubuh aslinya yang koma, dukungan itu menjadi penopang penting untuk merebut kembali kendali perusahaan.

Situasi Yong Ho sebenarnya sangat tidak menguntungkan. Setelah terjatuh dari tangga dan kepalanya berbenturan dengan Hwang Jun Hyeon, ia justru terbangun dalam raga pria itu, sementara tubuh aslinya terbaring tak berdaya di rumah sakit.

Di saat bersamaan, Kang Jae Sung dan Kang Jae Gyeong bergerak mengambil alih posisi pimpinan perusahaan. Keduanya juga menuding ayahnya sebagai pelaku tabrak lari dan berusaha merusak citra Yong Ho yang selama ini dihormati dalam dunia bisnis.

Kang Bang Geul, putri bungsu yang menyimpan ambisi besar

Salah satu sekutu terpenting Yong Ho adalah Kang Bang Geul, anak magang di tim material Choiseong Group yang ternyata merupakan putri bungsunya sendiri. Selama ini, Bang Geul menyusup ke perusahaan secara diam-diam, meski seharusnya ia berada di luar negeri untuk belajar.

Dari pengamatan Yong Ho saat menempati tubuh Jun Hyeon, Bang Geul tampak memiliki ambisi untuk merebut kursi kekuasaan dan mengalahkan dua kakak tirinya. Yong Ho lalu memanfaatkan hasil penyelidikan Bang Geul tentang kelemahan Jae Sung dan Jae Gyeong untuk menyusun strategi adu domba.

Kerja sama ini juga membuka peluang bagi Yong Ho untuk membalas luka lama. Ia menjanjikan Bang Geul kesempatan menyaksikan kehancuran dua kakak yang selama ini menindas dirinya dan ibunya.

Park Bong Gi, mantan auditor yang tahu banyak soal internal perusahaan

Sekutu berikutnya adalah Park Bong Gi, manajer tim material dua yang pernah bekerja di divisi audit. Bong Gi pernah menangani kasus investasi ilegal yang melibatkan Jae Sung, sehingga ia menyimpan informasi penting tentang pergerakan internal perusahaan.

Bagi Yong Ho, informasi itu menjadi modal besar untuk menekan lawan dari dalam. Ia kemudian mengambil hati Bong Gi, termasuk dengan kebohongan bahwa Jun Hyeon adalah putra bungsu pimpinan Choiseong Group agar pria itu mau bekerja sama.

Setelah berhasil menarik Bong Gi ke pihaknya, Yong Ho memanfaatkan pria itu untuk memata-matai Jae Sung. Arah penyelidikan juga diarahkan ke aliran dana ilegal yang diduga menghubungkan Jae Sung dengan wali kota Yooncheon.

Sebagai imbalan, Yong Ho memberi Bong Gi banyak uang. Langkah tersebut memperkuat posisinya dalam membaca arah permainan internal perusahaan.

Lee Sang Jae, tangan kanan yang menjaga stabilitas

Sekutu ketiga adalah Lee Sang Jae, tangan kanan Yong Ho yang selama ini paling dipercaya. Meski tidak bekerja sama langsung seperti dua sekutu lainnya, Sang Jae tetap memegang peran penting dalam urusan perusahaan.

Yong Ho menunjuk Sang Jae sebagai pelaksana tugas pimpinan karena menilai pria itu bisa bersikap objektif dan tidak punya kepentingan politik di dalam perusahaan. Keputusan ini membuat jalur komando tetap berjalan meski Yong Ho masih dalam kondisi koma.

Keberadaan Sang Jae juga membuat Jae Sung dan Jae Gyeong lebih sulit menggerakkan ambisi mereka untuk merebut posisi pemimpin baru. Dengan dukungan itu, Yong Ho tetap bisa menjaga stabilitas sambil menyiapkan langkah balasan dari balik keadaan yang serba terbatas.

Tiga sekutu tersebut membuat strategi Yong Ho berkembang jauh dari sekadar bertahan. Kang Bang Geul, Park Bong Gi, dan Lee Sang Jae sama-sama menjadi bagian penting dari upaya menggoyang kendali Jae Sung dan Jae Gyeong atas Choiseong Group.

Source: www.idntimes.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru