TNI Evakuasi Warga Usai Tembakan OPM Guspi Waker Tewaskan Bocah 12 Tahun di Tembagapura

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Pengejaran terhadap kelompok bersenjata OPM pimpinan Guspi Waker masih berlangsung di kawasan hutan sekitar Kalikuluk, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Aparat TNI memperketat patroli dan pengamanan setelah insiden tembakan yang menewaskan seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun dan melukai seorang warga sipil lain.

Di tengah situasi itu, warga di sekitar permukiman disebut memilih mengungsi untuk menghindari ancaman susulan. TNI lebih dulu memfokuskan pengamanan terhadap warga sebelum melanjutkan langkah pengejaran ke arah lokasi pelaku melarikan diri.

Serangan di sekitar permukiman

Peristiwa itu terjadi di Camp Wini Kalikuluk MP 69, saat warga sedang beraktivitas di sekitar tempat tinggal mereka. Serangan diduga dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata OPM pimpinan Guspi Waker yang bergerak dari arah seberang sungai.

Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, Satgas TNI yang bertugas di wilayah itu lebih dulu mendeteksi pergerakan mencurigakan dari arah Camp David. Tidak lama kemudian terdengar dua kali letusan senjata api, lalu disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di dekat permukiman warga.

Situasi tersebut membuat suasana di sekitar lokasi berubah mencekam. Warga yang berada di area terdampak segera mencari tempat yang lebih aman karena khawatir menjadi korban berikutnya.

Korban dievakuasi dalam kondisi kritis

Di tengah proses pengamanan, prajurit TNI menemukan seorang anak perempuan yang mengalami luka tembak di bahu kiri. Korban kemudian ditandu menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan.

Namun, nyawa korban tidak tertolong. Anak perempuan itu meninggal dunia dalam perjalanan di Jalan Poros MP 69 sebelum sempat menerima penanganan medis.

Selain korban yang meninggal, ada seorang warga sipil lain yang juga terkena luka tembak di betis kiri. Korban itu masih menjalani perawatan medis.

Warga mengungsi, patroli diperkuat

Serangan tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekitar Camp Wini Kalikuluk. Sejumlah warga memutuskan meninggalkan rumah mereka dan mengungsi demi menyelamatkan diri dari ancaman kelompok bersenjata yang masih berada di sekitar hutan.

TNI kemudian memprioritaskan evakuasi warga agar tidak ada korban lanjutan. Setelah situasi dinilai lebih aman, personel di lapangan melanjutkan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam penembakan itu.

Satgas TNI Kewilayahan juga masih melakukan patroli pengamanan dan pendalaman atas insiden tersebut di area Kalikuluk dan sekitarnya. Pemantauan terhadap aktivitas OPM pimpinan Guspi Waker terus ditingkatkan untuk mencegah serangan susulan dan menjaga keselamatan warga sipil di wilayah rawan konflik itu.

Dalam keterangan tertulis, Aulia menegaskan prajurit TNI tetap mengedepankan Rules of Engagement atau ROE. Ia menyebut langkah yang diambil dilakukan secara terukur, profesional, sesuai hukum, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Source: www.suara.com
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru