Tolman menghidupkan kembali Ford Escort XR3i lawas dengan pendekatan yang membuat mobil itu terasa seperti versi yang seharusnya keluar dari pabrikan. Hasilnya bukan sekadar restorasi, melainkan hot hatch yang lebih bertenaga, lebih rapi dikendarai, dan tetap mempertahankan karakter asli mobilnya.
Pekerjaan ini menarik karena Escort XR3i pernah berada di posisi yang cukup penting di awal 1980-an, saat nama besar seperti Golf GTI dan Peugeot 205 GTI mendominasi pembicaraan soal hot hatch. Mobil Ford ini tetap dianggap kredibel, tetapi penyegarannya pada 1986 justru membuat bobot naik tanpa diimbangi peningkatan performa yang setara.
Masalah itu bahkan tercatat jelas dalam uji Autocar pada 1986. Versi facelift yang lebih berat 48 kg membutuhkan 9,6 detik untuk mencapai 60 mph, sedangkan model sebelumnya hanya 8,6 detik, meski mesin dan transmisinya tetap sama.
Tolman melihat kondisi itu sebagai celah untuk memperbaiki karakter mobil, bukan menggantinya dengan komponen modern yang menghilangkan rasa aslinya. Bengkel asal Warwickshire tersebut mempertahankan dasar buatan Ford, lalu menyempurnakan bagian yang paling terasa saat mobil dikendarai.
Mesin tetap lama, tetapi isinya berubah total
Di ruang mesin, basis 1,6 liter CVH masih dipertahankan. Namun Tolman tidak membiarkannya bekerja dalam bentuk standar karena kepala silinder Zetec 16 klep, komponen internal yang ditingkatkan, dan manajemen mesin elektronik modern ikut dipasang.
Perubahan itu dibuat tetap tersembunyi agar tampilan mobil tidak kehilangan kesan orisinal. Dari luar, Escort ini masih terlihat seperti XR3i klasik, tetapi di balik kapnya tenaga yang dihasilkan jauh melampaui spesifikasi aslinya.
Tolman menyebut output mesin kini mencapai 148 hp di roda. Angka itu jauh di atas klaim Ford pada masa lalu yang berada di 105 hp di flywheel untuk versi orisinal empat dekade lalu.
Selain lebih kuat, mesin yang diperbarui ini juga diklaim lebih mulus dan lebih halus saat menyalurkan tenaga. Poin itu penting karena mesin CVH lawas dikenal kasar ketika dipacu, terutama pada putaran tinggi.
Kaki-kaki ikut dibenahi agar seimbang
Perubahan besar tidak berhenti di mesin. Tolman juga menyentuh bagian sasis dengan peredam Bilstein, revisi suspensi yang terinspirasi dari Escort RS1600i yang langka, serta anti-roll bar khusus.
Mobil ini kini memakai pelek 15 inci baru yang tetap mengadopsi desain pelek pabrikan 14 inci. Ukuran yang lebih besar memberi ruang untuk ban yang lebih baik, sementara sektor pengereman ikut ditingkatkan lewat cakram belakang pengganti tromol belakang bawaan.
Dengan kombinasi itu, fokus proyek ini menjadi lebih jelas: bukan membuat Escort XR3i tampak modern, melainkan membuatnya lebih enak dikendalikan tanpa menghapus identitas aslinya. Tolman tampak ingin menjawab kelemahan lama mobil ini dengan cara yang masih setia pada DNA hot hatch awal era tersebut.
Restorasi besar yang menyentuh struktur dasar
Untuk mencapai hasil itu, pekerjaan yang dilakukan jelas bukan sekadar peremajaan ringan. Tolman menghabiskan sekitar 1.600 jam untuk menyelesaikannya, termasuk menangani karat besar-besaran yang sudah menggerogoti mobil.
Bagian yang paling rumit justru berada pada struktur atap, karena Tolman harus membuat ulang komponen yang sudah tidak tersedia lagi. Di saat yang sama, bengkel ini juga menambahkan proteksi korosi modern supaya mobil bisa bertahan lebih lama dibanding banyak contoh mobil sezamannya.
Langkah itu terasa relevan karena banyak mobil era tersebut rusak parah akibat karat pada pertengahan 1990-an. Karena itu, hasil kerja Tolman tidak hanya menghidupkan kembali sebuah Escort XR3i, tetapi juga memberi peluang umur pakai yang jauh lebih panjang.
Bagi penggemar hot hatch 1980-an, proyek ini menjadi jawaban atas pertanyaan yang lama muncul: seberapa baik mobil seperti ini jika Ford sejak awal membuatnya dengan lebih matang. Escort XR3i versi Tolman menunjukkan bahwa jawabannya bisa sangat meyakinkan, dengan tenaga yang akhirnya terasa seperti seharusnya dan karakter klasik yang tetap dipertahankan.
Source: www.carscoops.com






