Torino Cetak Start Rekor Bersama D’Aversa, Cremonese Menanti Ujian Kemenangan Ketiga Beruntun?

Roberto D’Aversa langsung memberi warna berbeda untuk Torino. Dari enam laga awal Serie A, tim ini sudah mengumpulkan 12 poin, sebuah catatan yang belum pernah dicapai pelatih Torino lain pada fase pembuka musim menurut La Stampa.

Pencapaian itu membuat posisi Torino terlihat lebih mantap, tetapi tantangan sesungguhnya justru datang berikutnya. Lawatan ke markas Cremonese pada Minggu, 19 April 2026, menjadi kesempatan untuk menjaga laju positif sekaligus mengejar kemenangan ketiga secara beruntun di liga domestik.

Rekor awal yang menandai kerja rapi Torino

Jumlah 12 poin dari enam pertandingan pertama bukan sekadar angka bagus untuk tabel klasemen. Catatan tersebut memberi sinyal bahwa Torino tampil lebih teratur sejak awal kompetisi dan mampu menjaga konsistensi dalam menjalani laga-laga awal Serie A.

Dalam kompetisi seperti Serie A, awal musim yang stabil sering menjadi pembeda penting. Tim yang bisa mengumpulkan poin secara berkelanjutan biasanya memiliki pondasi yang lebih kuat untuk bersaing, bukan hanya bergantung pada hasil besar di satu atau dua pertandingan.

Bagi Torino, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa tim tidak hanya menang lewat momen sesaat. Mereka mampu mempertahankan ritme permainan dan hasil dalam periode yang cukup singkat, sesuatu yang kerap sulit dilakukan di liga yang ketat.

Cremonese jadi ujian untuk tren kemenangan

Di tengah sorotan terhadap catatan rekor tersebut, Torino tetap membawa target yang lebih langsung. Kemenangan di Cremona akan memperpanjang momentum sekaligus menjaga peluang untuk meraih tiga kemenangan beruntun di liga, sesuatu yang sudah lama tidak mereka rasakan.

Situasi ini membuat laga tandang itu terasa lebih besar dari sekadar pertandingan biasa. Hasil di sana bisa memberi gambaran apakah performa Torino benar-benar naik level atau masih sangat bergantung pada start musim yang bagus.

La Stampa menyebut rangkaian kemenangan seperti yang sedang diburu Torino terakhir kali terjadi tujuh tahun silam, ketika tim masih ditangani Walter Mazzarri. Fakta itu menambah bobot historis pada upaya D’Aversa membawa Granata kembali merasakan periode positif yang serupa.

Pesan D’Aversa agar tim tetap berjalan

D’Aversa sendiri tampak ingin menjaga agar timnya tidak cepat puas. Ucapannya, “È un Toro da corsa, non fermiamoci,” menjadi penegasan bahwa Torino harus tetap agresif dan tidak menurunkan intensitas.

Pesan itu sejalan dengan kondisi tim yang sedang berada dalam momentum baik. Saat kepercayaan diri mulai naik, pelatih biasanya perlu memastikan para pemain tetap fokus, disiplin, dan tidak kehilangan tempo permainan yang sudah terbentuk.

Torino kini memasuki fase penting dengan modal rekor awal musim dan peluang mengikat kemenangan beruntun. Cremonese pun menjadi lawan yang tepat untuk menguji apakah kestabilan yang dibangun D’Aversa memang sudah cukup kokoh untuk terus bertahan di Serie A.

Berita Terkait