Torino Paksa Inter Berbagi Poin, Pesta Scudetto Nerazzurri Masih Harus Menunggu

Author: Redaksi Android62

Inter Milan harus menunda pesta juara setelah ditahan Torino 2-2 di Stadion Olimpico Grande Torino. Hasil ini membuat peluang nerazzurri mengunci gelar lebih cepat belum bisa dipastikan, meski mereka masih memimpin klasemen dengan keunggulan sepuluh poin atas Napoli.

Torino menjadi tim yang mengubah arah pertandingan setelah tertinggal dua gol. Giovanni Simeone memimpin kebangkitan tuan rumah dan membuat Inter kehilangan kendali atas laga yang sebelumnya berjalan sesuai rencana.

Inter sempat memegang penuh kendali

Pada babak pertama, Inter tampil lebih rapi dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Marcus Thuram membuka keunggulan lewat sundulan, lalu Yann Bisseck menambah gol setelah menerima dua umpan matang dari Federico Dimarco.

Keunggulan dua gol itu sempat membuat Inter terlihat berada di jalur aman. Namun, situasi berubah setelah jeda ketika Torino bermain lebih berani dan mulai menekan pertahanan tamu secara konsisten.

Torino membalikkan suasana di babak kedua

Tekanan Torino membuat Inter tidak lagi nyaman menguasai bola. Ritme permainan bergeser ke pihak tuan rumah, sementara Nerazzurri kesulitan menjaga ruang dan tempo seperti yang mereka lakukan di paruh pertama.

Momen penting datang pada menit ke-70 saat Simeone mencetak gol yang membuka jalan kebangkitan Torino. Penyerang asal Argentina itu menuntaskan aksinya dengan sentuhan akhir berupa cungkilan bola melewati kiper, sebuah gol yang langsung mengangkat atmosfer stadion.

Gol tersebut tidak hanya memperkecil ketertinggalan, tetapi juga menghidupkan kembali keyakinan Torino. Dari sana, tekanan semakin besar mengarah ke Inter yang mulai terlihat goyah dalam menjaga keunggulan.

Penalti Vlasic mematikan peluang Inter

Sepuluh menit setelah gol Simeone, Torino mendapat hadiah penalti. Nikola Vlasic mengeksekusinya dengan tenang dan mengubah skor menjadi 2-2, sekaligus memupus harapan Inter untuk pulang membawa tiga poin dari Turin.

Hasil imbang ini terasa berat bagi Inter karena mereka sempat unggul nyaman dan tinggal menjaga waktu. Kehilangan dua gol dalam satu laga membuat pertandingan yang tadinya tampak terkendali berubah menjadi pengingat bahwa pekerjaan musim ini belum selesai.

Dampak untuk perebutan scudetto

Hasil di Turin membuat Inter belum bisa memastikan gelar Serie A pada laga ini. Tim asuhan Christian Chivu tetap berada di puncak klasemen, tetapi pesta scudetto ke-21 harus ditunda untuk sementara.

Menurut laporan agenziagiornalisticaopinione.it, kemenangan Napoli atas Cremonese ikut memengaruhi hitung-hitungan Inter dalam perburuan gelar. Kondisi itu membuat Nerazzurri masih membutuhkan empat poin lagi untuk mengunci titel juara.

Dengan situasi tersebut, laga berikutnya melawan Parma di San Siro menjadi sangat penting. Pertandingan itu kini membuka peluang bagi Inter untuk memastikan gelar di depan pendukung sendiri, sesuatu yang sebelumnya hampir mereka dapatkan di Turin.

Simeone kembali jadi pembeda

Nama Simeone kembali mencuri perhatian karena perannya yang menentukan dalam laga besar ini. Golnya menjadi pemicu perubahan momentum Torino dan sekaligus menghentikan rencana pesta juara Inter.

TyC Sports melaporkan bahwa penyerang berusia 30 tahun itu memiliki nilai pasar sekitar lima juta euro dan masih terikat kontrak dengan Torino hingga Juni 2028. Laporan yang sama juga menyebut River Plate tengah menjajaki opsi peminjaman dengan klausul pembelian untuk memulangkan pemain didikannya tersebut.

Di sisi lain, Inter masih harus menunggu kondisi Lautaro Martinez yang hanya berada di bangku cadangan karena cedera otot. Absennya kontribusi sang kapten di lapangan ikut menambah catatan pada laga yang sempat mendekati hasil sempurna bagi Nerazzurri.

Bagi Torino, satu poin ini menjaga mereka di posisi ke-13 klasemen sementara Serie A. Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mereka tetap mampu memberi perlawanan kuat, terutama saat tampil di kandang menghadapi tim papan atas.

Berita Terbaru