Torsi 255 Nm Dan Irit Hingga 20 Km per Liter, Xpander Hybrid 2026 Siap Goda Keluarga

Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 tampil menonjol karena memadukan torsi 255 Nm dengan konsumsi bahan bakar yang diklaim sangat efisien. Dalam penggunaan harian, kombinasi ini membuat MPV 7 penumpang tersebut terasa punya dorongan awal yang besar tanpa harus boros BBM.

Di atas kertas, efisiensinya berada di kisaran 19,2 km per liter hingga 20 km per liter. Untuk segmen MPV keluarga, angka itu menjadi daya tarik tersendiri karena mobil tetap bisa dipakai sebagai kendaraan utama yang nyaman sekaligus lebih ringan biaya operasionalnya.

Bagi keluarga perkotaan, karakter seperti ini terasa relevan saat mobil sering dipakai dalam kondisi stop and go. Mitsubishi juga menyebut torsi instan 255 Nm memberi sensasi akselerasi awal yang terasa seperti mobil bermesin 2.500 cc.

Kombinasi mesin dan motor listrik

Di balik karakter tersebut, Xpander Hybrid membawa mesin bensin 1.598 cc Atkinson Cycle berkode 4A92. Mesin itu dipasangkan dengan motor listrik AC Synchronous untuk menghasilkan tenaga gabungan sekitar 114 hp hingga 116 hp.

Fokus utamanya bukan sekadar tenaga puncak, melainkan respons yang terasa lebih cepat saat mobil mulai bergerak. Karena itu, torsi besar lebih menonjol dibanding angka tenaga yang tercantum di atas kertas.

Penyaluran tenaganya juga dibantu transmisi e-CVT. Karakter transmisi ini membuat perpindahan tenaga terasa halus dan minim hentakan saat mobil melaju di kemacetan.

Lebih irit untuk kebutuhan harian

Mitsubishi mengklaim konsumsi BBM Xpander Hybrid berada pada rentang 19,2 km per liter sampai 20 km per liter. Untuk pemakaian dalam kota, angkanya diperkirakan sekitar 17 km per liter, sedangkan perjalanan luar kota disebut bisa menembus lebih dari 21 km per liter.

Klaim itu penting karena MPV keluarga biasanya dituntut lega, tetapi juga harus efisien saat dipakai setiap hari. Xpander Hybrid mencoba menjawab kebutuhan tersebut lewat sistem elektrifikasi yang membantu penghematan bahan bakar dalam kondisi lalu lintas padat.

Harga jualnya diposisikan mulai kisaran Rp405 jutaan. Dengan banderol itu, mobil ini masuk ke radar pembeli yang mencari MPV nyaman sekaligus ingin biaya penggunaan yang lebih terkendali.

Kabin lebih tenang dan tetap fungsional

Selain efisiensi, sisi kenyamanan juga ikut diangkat melalui karakter kabin yang lebih senyap. Saat mode elektrik aktif, suara dan getaran mesin disebut lebih minim dibanding MPV bensin biasa.

Kondisi itu memberi manfaat saat mobil dipakai bersama keluarga dalam perjalanan jauh maupun rutinitas harian. Pengemudi juga bisa merasa lebih rileks ketika harus menghadapi kemacetan dalam waktu lama.

Dari sisi praktis, Xpander Hybrid masih mempertahankan penggerak roda depan atau FWD. Ground clearance-nya juga tetap tinggi, berada di kisaran 220 mm sampai 225 mm, agar mobil tetap siap melintasi jalan bergelombang atau genangan ringan.

Fitur berkendara dan keselamatan

Mitsubishi membekali mobil ini dengan tujuh mode berkendara, yaitu Normal, Wet, Gravel, Tarmac, Mud, Charge, dan EV. Setiap mode disiapkan untuk membantu mobil menyesuaikan diri dengan kondisi jalan yang berbeda.

Untuk menjaga kestabilan, tersedia Active Yaw Control atau AYC. Dukungan keselamatan lain datang dari fitur Diamond Sense dan enam airbag yang membantu perlindungan penumpang.

Baterai lithium ion berkapasitas 1,1 kWh juga menjadi bagian dari paket elektrifikasi mobil ini. Kombinasi tersebut membuat Xpander Hybrid tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga tetap menonjol sebagai MPV keluarga modern yang mudah dikendalikan saat membawa penumpang penuh.

Ringkasan spesifikasi utama

SpesifikasiDetail
Mesin1.598 cc 4 silinder Atkinson Cycle
Motor listrikAC Synchronous
Tenaga gabungan114 hp sampai 116 hp
Torsi255 Nm
BateraiLithium ion 1,1 kWh
Transmisie-CVT
PenggerakFWD
Ground clearance220 mm sampai 225 mm

Dengan perpaduan torsi besar, konsumsi BBM yang hemat, dan fitur berkendara yang cukup lengkap, Xpander Hybrid 2026 menawarkan paket yang kuat di segmen MPV keluarga. Mobil ini diarahkan untuk pengguna yang ingin rasa tenaga besar saat awal melaju, tetapi tetap menaruh efisiensi sebagai kebutuhan utama.

Berita Terkait