Rangkul Khalid bin Salman dan Sheikh Mansour, Sinyal Damai Saudi-UEA Menguat

Foto Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman yang merangkul Wakil Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan menjadi penanda paling nyata meredanya ketegangan kedua negara. Gambar yang dibagikan Turki Alalshikh itu muncul hanya sekitar satu jam sebelum pejabat media dari Riyadh dan Abu Dhabi mengunggah pesan persaudaraan.

Rangkaian komunikasi tersebut memberi isyarat bahwa Arab Saudi dan UEA sedang berupaya menjaga ruang kerja sama di tengah perbedaan kepentingan yang sempat terbuka. Kedua negara merupakan kekuatan utama di Teluk dan sama-sama menghadapi tekanan keamanan regional.

Pesan Serentak dari Riyadh dan Abu Dhabi

Pada Selasa, 21 Juli 2026, Menteri Media Arab Saudi Salman Al-Dosary dan Ketua Otoritas Media Nasional UEA Abdulla bin Mohammed Alhamed mengunggah pesan bernada senada di platform X. Kedua pesan itu diterbitkan hampir bersamaan pada pukul 19.00 waktu Riyadh.

PejabatJabatanInti Pesan
Salman Al-DosaryMenteri Media Arab SaudiHubungan dibangun oleh sejarah, warisan bersama, dan kepemimpinan yang bijaksana.
Abdulla bin Mohammed AlhamedKetua Otoritas Media Nasional UEAHubungan kedua negara berlandaskan sejarah bersama dan persaudaraan dengan satu tujuan.

Alhamed menekankan bahwa hubungan UEA dan Arab Saudi merupakan kelanjutan sejarah serta ikatan persaudaraan yang telah berakar. Al-Dosary juga menggarisbawahi fondasi warisan bersama dan peran kepemimpinan kedua negara.

Keduanya menyampaikan perhatian khusus terhadap peran media dalam hubungan bilateral. Media dipandang perlu mencerminkan nilai persaudaraan dan menghindari penyebaran narasi yang dapat merusak kemitraan Riyadh-Abu Dhabi.

Pesan Persatuan di Tengah Ancaman Kawasan

Anwar Gargash, Penasihat Diplomatik Presiden UEA, ikut merespons unggahan foto Khalid bin Salman dan Sheikh Mansour. Ia menulis, “Tombak-tombak yang bersatu tak akan patah, tetapi akan patah jika tercerai-berai.”

Peribahasa tersebut memperkuat penekanan tentang pentingnya persatuan ketika negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk menghadapi ancaman Iran dan kelompok Houthi. Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat anggota GCC menyerukan sikap bersama terhadap serangan Iran serta ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah.

Pesan yang muncul dari pejabat senior kedua negara juga penting karena perbedaan Saudi dan UEA sebelumnya meluas dari isu ekonomi hingga geopolitik. Namun, tidak ada penjelasan resmi dari pihak Arab Saudi mengenai alasan kemunculan unggahan yang berdekatan waktunya itu.

Jejak Perselisihan yang Sempat Terbuka

Hubungan Saudi-UEA selama bertahun-tahun diwarnai perbedaan pandangan mengenai kuota produksi minyak dan sejumlah konflik di kawasan. Ketegangan menjadi lebih terbuka pada akhir tahun lalu saat kedua negara mendukung pihak berbeda dalam perang di Yaman.

Perselisihan itu memuncak ketika Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap pengiriman peralatan militer yang disebut sebagai bantuan UEA kepada faksi Yaman yang didukung Abu Dhabi. Setelahnya, akun media sosial berpengaruh, pengamat, dan organisasi media dari kedua negara terlibat perdebatan terbuka.

Pada Maret, UEA memblokir akun X milik stasiun televisi Al-Arabiya yang berbasis di Arab Saudi. Perbedaan penilaian juga berlanjut dalam perang Iran, terutama terkait respons yang dinilai tepat untuk melindungi keamanan kawasan Teluk.

Perhatian terhadap arah hubungan kedua negara meningkat lagi pada Mei ketika UEA memutuskan keluar dari OPEC. Organisasi produsen minyak tersebut selama ini secara efektif dipimpin Arab Saudi.

Kepentingan Bersama Tetap Menjadi Penyangga

Direktur Jenderal Dubai Public Policy Research Center Mohammed Baharoon menilai Arab Saudi dan UEA kemungkinan telah melakukan penyesuaian dalam hubungan mereka. Menurutnya, kepentingan yang dimiliki kedua negara jauh lebih besar dibandingkan berbagai perbedaan yang muncul.

Unggahan para pejabat dan foto dua tokoh senior tidak serta-merta menghapus seluruh perbedaan strategis antara Riyadh dan Abu Dhabi. Namun, rangkaian itu menunjukkan bahwa kedua pihak tetap menjaga jalur komunikasi dan kemitraan pada saat persatuan Teluk menjadi semakin penting.

Source: www.kompas.com
Berita Terkait