Torsi Airblade 160 Lebih Besar dari Vario 160, Siap Menantang Yamaha Aerox di Indonesia

Author: Redaksi Android62

Pendaftaran desain Honda Airblade 160 di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI membuat skutik ini kembali menjadi bahan pembicaraan. Langkah itu memunculkan dugaan bahwa Honda sedang menyiapkan Airblade 160 untuk peluang masuk ke pasar Indonesia, terutama karena model ini punya karakter yang cukup dekat dengan skutik sporty.

Isu tersebut langsung memancing perhatian di kelas 160 cc karena nama Airblade 160 dinilai paling relevan untuk berhadapan dengan Yamaha Aerox. Di saat Honda Vario 160 sudah lebih dulu hadir, Airblade 160 menawarkan pendekatan yang berbeda lewat tampilan, konstruksi kaki-kaki, dan karakter mesin yang lebih menonjol pada torsi.

Karakter visual yang lebih agresif

Salah satu pembeda paling jelas dari Airblade 160 ada pada dek tengah yang berpunuk. Bentuk ini membuat tampilannya terasa lebih tegas dibanding skutik harian pada umumnya yang memakai dek rata.

Selain memberi kesan sporty, desain tersebut juga disebut mendukung stabilitas. Karena itu, Airblade 160 terlihat tidak sekadar mengejar gaya, tetapi juga membawa karakter konstruksi yang lebih serius dibandingkan skutik Honda yang selama ini beredar di Indonesia.

Di bagian belakang, motor ini memakai sokbreker ganda. Konfigurasi itu memperkuat aura racy dan membuat posisinya terasa lebih dekat ke Yamaha Aerox daripada ke Vario 160.

Mesin 156,9 cc dengan fokus pada torsi

Pada sektor jantung pacu, Airblade 160 dibekali mesin eSP+ 4 katup berkapasitas 156,9 cc dengan pendingin radiator. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimal 15,01 hp pada 8.000 rpm.

Meski tenaga puncaknya sedikit di bawah Vario 160, perhatian terbesar justru ada pada torsinya. Airblade 160 disebut memiliki torsi 14,8 Nm pada 6.000 rpm, lebih tinggi dari Vario 160 yang berada di angka 13,8 Nm.

Selisih itu membuat Airblade 160 berpotensi menawarkan respons awal yang lebih kuat. Untuk skutik bergaya sporty, karakter seperti ini sering dianggap penting karena mendukung akselerasi harian yang terasa lebih spontan.

Kaki-kaki ikut menguatkan identitas sporty

Tampilan agresif Airblade 160 juga disokong oleh penggunaan pelek 14 inci dengan desain palang lima berbentuk Y. Kombinasi ini memberi kesan tegas sekaligus memperkuat identitas sporty dari motor tersebut.

Ukuran ban yang dipakai adalah 90/80 di depan dan 100/80 di belakang. Kombinasi itu diarahkan untuk memberi cengkeraman yang baik di jalan aspal dan tetap mendukung karakter berkendara yang lincah.

Pada versi yang dijual di Vietnam, sektor pengeremannya sudah dilengkapi ABS satu channel. Namun, roda belakangnya masih menggunakan rem tromol, sehingga bagian ini berpotensi menjadi sorotan bila model itu benar-benar dibawa ke Indonesia.

Fitur harian tetap dibuat praktis

Di sisi kelengkapan, Airblade 160 sudah memakai panel instrumen full digital dan sistem Smart Key sebagai perlengkapan standar. Dua fitur ini membuatnya tetap terasa modern dan sesuai dengan kebutuhan pengguna skutik saat ini.

Motor ini juga memiliki bagasi 23,2 liter yang dilengkapi lampu penerang dan colokan pengisi daya USB-C. Artinya, Airblade 160 tidak hanya menonjolkan tampilan sporty, tetapi juga tetap memikirkan fungsi harian.

Kombinasi fitur tersebut menunjukkan bahwa Airblade 160 masih relevan untuk penggunaan sehari-hari meski membawa desain yang lebih agresif. Hal ini penting jika Honda ingin menempatkannya sebagai model yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga praktis.

Harga di Vietnam jadi gambaran awal

Di Vietnam, Airblade 160 disebut dibanderol sekitar 58,5 juta Dong atau setara Rp 38 jutaan. Posisi harga itu menempatkannya di atas Vario 160 tipe tertinggi di Indonesia.

Karena itu, jika Honda benar-benar memasukkan Airblade 160 ke pasar lokal, strategi harga dan spesifikasi akhir akan sangat menentukan. Kemunculan desain di DJKI membuat nama Airblade 160 semakin sulit diabaikan, apalagi dengan modal dek berpunuk, sokbreker ganda, mesin 156,9 cc, dan torsi 14,8 Nm yang membuatnya layak dipantau sebagai calon penantang Yamaha Aerox.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru