Toyota Masih Jauh di Depan, BYD Tetap Nekat Mengejar Tahta Mobil Dunia

BYD menatap target yang sangat ambisius: menjadi produsen mobil terlaris di dunia dalam lima tahun ke depan. Namun, jarak dengan Toyota masih lebar, sementara penjualan domestik BYD juga belum sepenuhnya sejalan dengan laju produksinya.

Sepanjang 2025, BYD membukukan penjualan global 4,55 juta unit kendaraan. Angka itu masih berada jauh di bawah Toyota yang mencatat sekitar 10,5 juta unit penjualan global, belum termasuk kontribusi Daihatsu dan Hino.

Ekspansi Luar Negeri Jadi Tumpuan

Untuk menutup selisih tersebut, BYD memilih bertumpu pada pertumbuhan organik dan ekspansi ke sejumlah kawasan utama. Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Australia menjadi pasar yang diprioritaskan perusahaan asal China itu.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengatakan target mengejar Toyota akan ditempuh tanpa bergantung pada pasar Amerika Serikat. Pasar itu masih memberlakukan tarif tinggi terhadap kendaraan buatan China, sehingga BYD memilih fokus pada wilayah lain yang dinilai lebih terbuka.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Stella Li juga menegaskan BYD tidak memiliki kebutuhan untuk mengakuisisi produsen otomotif lain demi meraih posisi teratas. Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan akuisisi merek mobil mewah asal Eropa jika peluang yang tepat muncul.

Fokus StrategiPenjelasan
Pasar utamaEropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, Australia
Pasar yang tidak dijadikan andalanAmerika Serikat
Langkah pertumbuhanPertumbuhan organik, bukan akuisisi besar

Produksi Melaju, Penjualan Domestik Tertinggal

Di sisi lain, kapasitas produksi BYD bergerak sangat agresif dalam beberapa tahun terakhir. Mobil energi baru atau New Energy Vehicle ke-1 juta diproduksi pada Mei 2021, lalu naik menjadi 10 juta unit pada November 2024.

Setelah itu, laju produksi tetap tinggi dan total kendaraan NEV BYD bertambah dari 15 juta menjadi 17 juta unit hanya dalam enam bulan. Data ini menunjukkan skala industri BYD terus membesar, meski pasar belum sepenuhnya menyerap seluruh output yang dihasilkan.

IndikatorCapaian BYDKeterangan
NEV ke-1 jutaMei 2021Titik awal akselerasi produksi
NEV ke-10 jutaNovember 2024Lonjakan produksi sangat cepat
Total NEV terbaru17 juta unitBertambah dari 15 juta unit dalam 6 bulan

Namun, pertumbuhan itu belum sepenuhnya tercermin pada penjualan domestik. Berdasarkan data China EV DataTracker, penjualan tahunan mobil penumpang BYD sempat turun selama delapan bulan berturut-turut sebelum kembali tumbuh pada Mei 2026.

Tekanan di pasar dalam negeri juga terlihat pada semester pertama 2026. Penjualan domestik BYD merosot 45,9 persen menjadi 795.169 unit, sedangkan penjualan globalnya turun 16,1 persen menjadi 1.777.321 unit.

Selisih dengan Toyota Masih Terlalu Besar

Optimisme BYD tetap berhadapan dengan skala Toyota yang masih jauh lebih besar. Selisih lebih dari 5 juta unit pada penjualan global 2025 menjadi pengingat bahwa ambisi merebut posisi puncak tidak bisa dicapai dalam waktu singkat.

Pendiri sekaligus Chairman BYD, Wang Chuanfu, sebelumnya juga menyampaikan keyakinan serupa. Ia menilai BYD bisa menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun berkat keunggulan teknologi pengisian daya cepat dan pertumbuhan bisnis internasional yang terus naik.

Untuk 2026, BYD menargetkan penjualan global 5 juta hingga 5,5 juta unit NEV. Sekitar 1,5 juta unit di antaranya diharapkan datang dari pasar luar negeri, yang kini menjadi penopang penting bagi ambisi perusahaan tersebut.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terkait