Transkrip Apollo 17 Dan 12 Terbuka, Kilatan Misterius Di Bulan Kembali Dipertanyakan

Rilis dokumen UFO Files kembali menyeret perhatian publik ke laporan-laporan lama dari misi Apollo, terutama ketika transkrip percakapan astronot memperlihatkan benda-benda terang di luar pesawat ruang angkasa. Di antara bagian yang paling banyak dibahas adalah catatan Apollo 12 dan Apollo 17, karena keduanya memuat pengamatan langsung tentang cahaya aneh di sekitar Bulan.

Yang membuat dokumen ini menonjol bukan hanya jumlah materinya, melainkan isi yang ikut dibuka ke publik. Pentagon merilis ratusan halaman dokumen, gambar, dan rekaman audio, dan di dalamnya tersimpan percakapan para astronot yang saat itu sedang menjalankan misi ke Bulan.

Apollo 17 jadi sorotan utama

Pengamatan yang paling memancing tanda tanya datang dari misi Apollo 17. Gene Cernan, Jack Schmitt, dan Ron Evans melaporkan adanya objek terang yang bergerak berputar dan tampak mengikuti pola tertentu di luar angkasa.

Cernan menjelaskan bahwa benda itu bukan partikel biasa yang berada dekat dengan mereka. Ia menyebut masih ada partikel lain di sekitar sebagai pembanding, sehingga objek tersebut terlihat lebih jauh dan berkedip dengan ritme yang teratur.

Dalam transkrip yang dibuka, Cernan juga menyebut posisi benda itu tampak berada sekitar arah pukul 11 ketika para astronot melihat kembali ke arah Bumi. Ia menambahkan bahwa jaraknya terlihat sekitar 10 hingga 12 diameter Bumi dari posisi mereka.

Cahaya terang saat pendaratan

Laporan aneh tidak berhenti pada satu pengamatan saja. Saat proses pendaratan Apollo 17, awak misi juga mencatat kemunculan partikel atau fragmen yang sangat terang di sekitar pesawat.

Ron Evans mengatakan ada sejumlah partikel atau sesuatu yang melayang ketika mereka bermanuver. Jack Schmitt bahkan menggambarkan pemandangan itu seperti “perayaan empat Juli” di luar jendela kapsul.

Evans kemudian menerangkan bahwa bentuk-bentuk itu terlihat bergerigi, seolah fragmen bersudut yang jatuh dan melayang melewati jendela. Para astronot menggambarkan benda-benda tersebut sebagai sesuatu yang padat, sangat terang, dan bukan cairan.

Sebagian fragmen terlihat bergerak mengikuti arah pesawat. Namun, ada juga yang melesat lebih cepat dibandingkan yang lain, sehingga tampilan keseluruhannya semakin sulit dijelaskan dengan sederhana.

Catatan serupa dari Apollo 12

Fenomena semacam itu ternyata juga muncul di misi lain. Tiga tahun sebelum Apollo 17, Apollo 12 sudah mencatat kejadian misterius saat mendekati permukaan Bulan.

Dengan bantuan Alignment Optical Telescope, salah satu astronot melihat kilatan cahaya dan partikel yang bergerak cepat ketika mengamati area gelap langit. Pete Conrad, Alan Bean, dan Dick Gordon kemudian menyebut benda-benda itu tampak muncul dari belakang pesawat lalu bergerak menjauh ke luar angkasa.

Alan Bean merangkum pengamatan itu dengan kalimat singkat yang menunjukkan arah geraknya. Ia mengatakan, “Mereka benar-benar keluar dari sini dan langsung menuju bintang-bintang.”

Sejumlah foto dari misi Apollo 12 yang ikut dirilis juga memperlihatkan objek terang di luar angkasa dari permukaan Bulan. Kehadiran foto-foto itu membuat perhatian publik terhadap laporan para astronot semakin besar.

Dorongan keterbukaan dari NASA

Di tengah perbincangan soal fenomena anomali tak dikenal atau UAP, NASA menyatakan dukungannya terhadap keterbukaan informasi. Sekretaris Pers NASA, Bethany Stevens, mengatakan lembaganya mendukung arahan untuk menghadirkan transparansi yang lebih besar kepada masyarakat Amerika.

Stevens juga menegaskan bahwa NASA ikut berkontribusi dalam upaya antarlembaga yang dipimpin Departemen Perang dan Kantor Resolusi Anomali Seluruh Domain atau AARO. Menurut dia, NASA mendukung pembagian informasi yang lebih luas kepada publik.

Ia menambahkan bahwa NASA tetap menjalankan misi eksplorasi luar angkasa. Dalam pernyataannya, Stevens menyebut lembaga itu akan terus mengeksplorasi dan memperluas pemahaman manusia tentang planet ini serta alam semesta.

Dengan terbukanya UFO Files, laporan lama dari Apollo 12 dan Apollo 17 kembali menjadi bahan pembahasan. Transkrip percakapan, foto misi, dan rekaman laporan objek bercahaya membuat isi dokumen itu kembali memicu rasa ingin tahu tentang apa yang sebenarnya dilihat para astronot di Bulan.

Source: www.beritasatu.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer