Trofi Piala Dunia 2026 akan tiba di stadion final dengan perlindungan khusus dari Louis Vuitton. Perlakuan itu diperlukan karena hanya ada satu trofi asli yang dipakai bergantian pada setiap edisi Piala Dunia.
Koper rancangan rumah mode asal Prancis tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni. Wadah itu dirancang untuk menjaga simbol tertinggi sepak bola dunia selama perjalanan menuju Stadion New York New Jersey atau MetLife Stadium.
Satu trofi untuk seluruh edisi
Trofi asli Piala Dunia tidak dibuat ulang untuk setiap turnamen. Di luar periode kompetisi, benda tersebut disimpan di FIFA Museum di Zurich, Swiss.
Status itulah yang membuat pengangkutannya membutuhkan pengamanan tersendiri. Sebelum diangkat kapten pemenang di podium, trofi akan dibawa ke stadion menggunakan koper eksklusif Louis Vuitton.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan mempertemukan Argentina dan Spanyol pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Argentina berpeluang mempertahankan gelar yang diraih pada 2022, sedangkan Spanyol memburu gelar keduanya setelah menjadi juara pada 2010.
Rincian desain koper pelindung
Louis Vuitton memadukan identitas desainnya dengan kebutuhan menjaga trofi bersejarah tersebut. Bagian luar koper menampilkan monogram khas merek itu serta pelindung sudut dari kuningan berlapis emas.
| Bagian | Detail | Fungsi atau makna |
|---|---|---|
| Eksterior | Monogram Louis Vuitton dan sudut kuningan berlapis emas | Menjadi identitas desain sekaligus memperkuat bagian sudut |
| Penanda utama | Huruf V berwarna emas | Merujuk pada kemenangan dan identitas Vuitton |
| Interior | Lapisan kulit krem serta emblem kemitraan | Menandai kolaborasi Louis Vuitton dan FIFA |
Huruf V emas menjadi elemen yang paling menonjol pada bagian depan koper. Simbol itu dimaknai sebagai kemenangan, sekaligus merujuk pada nama Vuitton.
Bagian dalam koper memakai lapisan kulit berwarna krem. Emblem kemitraan Louis Vuitton dan FIFA juga ditempatkan di interior wadah tersebut.
Kemitraan yang memasuki edisi kelima
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi kelima berturut-turut yang menggunakan koper trofi buatan Louis Vuitton. Merek tersebut sebelumnya membuat koper serupa untuk Piala Dunia 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Dengan demikian, koper itu telah menjadi bagian dari perjalanan trofi pada era modern Piala Dunia. Namun, keberadaan koper mewah tersebut tidak mengubah fakta bahwa yang dibawanya tetap satu trofi asli.
Chairman dan CEO Louis Vuitton Pietro Beccari menyatakan kerja sama itu dibangun dari pandangan yang sama mengenai peran olahraga. Pernyataan tersebut dikutip AFP dalam laporan Kompas.com.
“Selama lebih dari satu dekade, Louis Vuitton dan FIFA memiliki komitmen yang sama terhadap keunggulan, serta keyakinan bahwa olahraga mampu menginspirasi dan menyatukan masyarakat di seluruh dunia,” kata Beccari dalam pernyataan resminya.
Tradisi kemewahan dalam olahraga
Keterlibatan merek mewah dalam pembuatan trofi atau wadah trofi telah lama hadir di panggung olahraga. Tiffany & Co. membuat Vince Lombardi Trophy untuk juara Super Bowl sejak edisi pertama ajang tersebut pada 1967.
Louis Vuitton juga mempunyai kerja sama jangka panjang selama 10 tahun dengan Formula 1 untuk koper trofi. Posisi Trofi Piala Dunia tetap berbeda karena keasliannya hanya satu dan digunakan lintas edisi.
Saat rangkaian final dimulai, koper Louis Vuitton akan lebih dahulu mengantar trofi menuju stadion. Setelah itu, salah satu kapten akan mengangkat satu-satunya simbol kemenangan tertinggi sepak bola dunia tersebut di podium.
Source: bola.kompas.com






