Cerita Lokal Indonesia Dinilai Bisa Menembus Webtoon Global, Bukan Ilustrasi Saja

Keberhasilan webtoon tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas ilustrasi, melainkan oleh cerita yang membuat pembaca merasa dekat dengan karakter dan budayanya. Penilaian ini membuka peluang besar bagi kreator Indonesia yang memiliki akses pada beragam legenda, etnis, dan tradisi lokal.

Ketua Asosiasi Kritikus dan Webtoon Korea, Park Se Hyun, menilai kekayaan cerita Indonesia dapat menjadi fondasi karya yang menjangkau pembaca lintas negara. Menurutnya, kedekatan emosional antara cerita, karakter, dan pembaca menjadi kekuatan penting dalam pasar digital global.

“Indonesia memiliki keragaman yang luar biasa. Cerita-cerita lokalnya dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan karya yang menyentuh pembaca dunia,” ujar Park.

Investasi dan distribusi menjadi tantangan

Potensi cerita saja belum cukup untuk membawa sebuah judul ke pasar luas karena produksi webtoon membutuhkan modal dan jalur distribusi yang kuat. Park menyebut investasi untuk satu judul webtoon dapat mencapai 500 juta won, sehingga pencarian ide dan perencanaan produksi menjadi tahap yang sangat menentukan.

SMB Holdings menyiapkan pengembangan platform pembayaran digital internasional yang ditujukan untuk mendukung industri konten di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sistem tersebut diharapkan dapat menghubungkan kreator, platform, dan konsumen dalam ekosistem yang lebih global.

PihakPeranFokus Utama
SMB HoldingsPengembang ekosistem digitalPlatform pembayaran internasional untuk industri konten
Park Se HyunKetua Asosiasi Kritikus dan Webtoon KoreaKekuatan cerita lokal dan kedekatan karakter
Lee Chul HoEditor E-Jong NewsPotensi pasar serta genre horor Indonesia

Direktur SMB Holdings, Park Gun Yong, menyatakan nilai ekonomi sebuah negara kini tidak hanya ditentukan teknologi atau manufaktur. Menurutnya, konten perlu terhubung dengan industri lain agar dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.

“K-Content telah dicintai masyarakat dunia. Namun membuat karya yang bagus saja tidak cukup. Konten harus terhubung dengan industri lain agar mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar,” kata Park.

Horor lokal mendapat perhatian

Editor E-Jong News, Lee Chul Ho, menyoroti genre horor Indonesia sebagai salah satu ruang kreatif yang menarik untuk dikembangkan. Karakter horor lokal dinilai memiliki pembeda karena bertumpu pada banyak cerita rakyat dan legenda.

Keragaman ini memberi bahan bagi kreator untuk membangun cerita yang tidak sekadar mengikuti pola populer dari pasar lain. Cerita lokal dapat menjadi identitas sekaligus daya tarik ketika dikemas dalam format webtoon yang mudah diakses melalui ponsel.

Presiden Direktur SMB HUB Prospera, Lee Buyong, melihat peralihan konsumsi komik dari cetak ke telepon pintar sebagai peluang bagi generasi kreatif. Kebiasaan menikmati cerita melalui perangkat digital dinilai memperlihatkan prospek Webtoon Indonesia yang menjanjikan.

Pertukaran pengalaman dengan Korea

Program Indonesia K-Culture Youth Global Frontier: Webtoon Road in Indonesia yang digelar di Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026, mempertemukan kreator dari Indonesia dan Korea Selatan. Kegiatannya mencakup pelatihan, pameran karya, serta pengenalan budaya.

Menurut Suara.com, kreator Korea mengunjungi sejumlah wilayah di Indonesia selama delapan hari. Mereka mendatangi desa, museum, dan masjid untuk memahami kehidupan masyarakat sebagai bekal pengembangan cerita.

CEO Kisai, Tessa Yadawaputri, menyebut kesempatan belajar dari profesional Korea penting bagi siswa dan kreator muda. Korea dipandang sebagai salah satu standar industri webtoon dunia, sementara kerja sama ini diharapkan terus berkembang bagi Kreator Lokal.

Park juga menyebut industri webtoon berkembang pesat ketika pandemi COVID-19 meningkatkan konsumsi hiburan digital. Ia mengatakan terdapat 700 kreator Korea yang berkegiatan bersama kreator dari berbagai negara.

Selain pengembangan industri kreatif, SMB Holdings menjalankan program sosial bagi anak yatim serta pengembangan industri berbasis stevia. Pengembangan ekosistem digital Indonesia dan Korea Selatan diposisikan sebagai langkah awal untuk memperluas peluang industri kreatif kedua negara.

Source: www.suara.com
Berita Terkait