Truk menjadi salah satu titik paling penting dalam pembenahan logistik Indonesia karena dampaknya besar meski jumlahnya kecil. Kendaraan angkutan barang itu kurang dari 4 persen dari total kendaraan di Indonesia, tetapi menyumbang sekitar 31 persen emisi transportasi darat pada 2024.
Data inventarisasi emisi Kementerian Perhubungan pada 2024 juga menunjukkan subsektor transportasi darat menyumbang sekitar 87 persen dari total emisi sektor transportasi nasional. Besarnya kontribusi itu membuat truk masuk ke pusat perhatian dalam upaya menekan emisi dan memperbaiki efisiensi distribusi barang.
Biaya logistik masih jauh dari level negara maju
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kementerian Perhubungan, Reza Hertantyo, menyebut biaya logistik Indonesia pada 2022 mencapai 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Angka tersebut masih jauh di atas negara maju yang mampu menjaga biaya logistik di kisaran 8 persen terhadap PDB.
Dalam struktur biaya logistik nasional, transportasi darat menjadi komponen terbesar dengan kontribusi sekitar 7 persen dari PDB. Kondisi itu menunjukkan masih ada ruang besar untuk memperbaiki efisiensi, terutama pada angkutan barang yang menjadi tulang punggung distribusi nasional.
Emisi besar dipicu rantai distribusi dan bahan bakar
Tingginya emisi dari truk dipengaruhi aktivitas distribusi barang yang padat, rantai logistik yang panjang, dan dominannya penggunaan biosolar pada armada angkutan barang. Kombinasi ini membuat kendaraan barang memiliki dampak yang tidak sebanding dengan porsinya dalam populasi kendaraan nasional.
Pemerintah menilai transformasi angkutan barang dapat menjawab dua persoalan sekaligus, yakni menurunkan biaya logistik dan menekan emisi. Karena itu, dekarbonisasi sektor ini dipandang strategis untuk kepentingan ekonomi dan iklim.
Arah kebijakan menuju truk rendah emisi
Sejumlah langkah sudah disiapkan untuk mempercepat dekarbonisasi kendaraan berat atau heavy duty vehicle. Kebijakan yang telah diterapkan mencakup standar emisi Euro 4, program biodiesel, percepatan elektrifikasi kendaraan komersial, dan kebijakan Zero ODOL atau Over Dimension Over Loading.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk memenuhi target penurunan emisi dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution dan target Net Zero Emission pada 2060. Pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu bidang penting dalam pencapaian agenda itu.
Peta jalan sedang disusun
Kementerian Perhubungan bersama World Resources Institute Indonesia melalui program UK PACT kini menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional. Kajian itu mencakup pemetaan emisi, proyeksi kebutuhan energi, target penurunan emisi, dan strategi transisi menuju sistem transportasi rendah karbon.
Reza menegaskan dekarbonisasi transportasi darat tidak sederhana karena melibatkan banyak jenis kendaraan, dari sepeda motor hingga truk berat. Menurut dia, pengembangan ekosistem, infrastruktur, pembiayaan, regulasi, dan tata kelola menjadi unsur yang sangat penting.
Pemerintah berharap percepatan adopsi teknologi kendaraan nol emisi pada angkutan barang, termasuk truk listrik, dapat membantu pencapaian target iklim Indonesia. Di saat yang sama, langkah itu diharapkan memperkuat sistem logistik agar lebih efisien di tengah kebutuhan distribusi barang yang terus meningkat.
