Direktur FBI Kash Patel mengatakan lembaganya berada di lokasi untuk membantu Secret Service menangani insiden tembakan di dekat Gedung Putih. Dalam unggahannya di media sosial X, Patel menyebut FBI mendukung respons terhadap tembakan yang dilepaskan di dekat halaman Gedung Putih.
Situasi itu langsung memicu pengetatan keamanan di pusat pemerintahan Amerika Serikat. Akses menuju area Gedung Putih ditutup, Garda Nasional dikerahkan ke pusat kota Washington, dan jurnalis dilarang mendekat ke lokasi kejadian.
Secret Service masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai pelaku, motif, atau sumber tembakan yang memicu kepanikan di sekitar gedung kepresidenan.
Kepanikan cepat menyebar ketika suara tembakan terdengar di area Gedung Putih. Seorang turis asal Kanada, Reid Adrian, mengira suara itu berasal dari kembang api sebelum orang-orang di sekitarnya berlari menyelamatkan diri.
“ Kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara yang terdengar seperti kembang api, tetapi itu adalah tembakan senjata, dan kemudian semua orang mulai berlari,” kata Adrian kepada AFP. Kesaksian itu menggambarkan betapa mendadaknya suasana mencekam yang terjadi di salah satu kawasan paling dijaga di Amerika Serikat.
Ketegangan juga dirasakan awak media yang berada di halaman utara Gedung Putih. Mereka diminta segera berlari dan berlindung di ruang pengarahan pers saat situasi memburuk.
Koresponden ABC News Selina Wang bahkan sempat merekam detik-detik mencekam itu sebelum langsung tiarap ke tanah setelah suara tembakan terdengar. Dalam unggahannya di X, Wang menulis bahwa suara itu terdengar seperti puluhan tembakan senjata.
Insiden ini kembali menyorot pengamanan Presiden Donald Trump. Dalam laporan tersebut, Trump disebut telah menjadi target dari tiga dugaan upaya pembunuhan, sehingga setiap ancaman di sekitar Gedung Putih langsung memicu respons besar.
Sebelum kejadian terbaru ini, ancaman lain terjadi pada 25 April ketika seorang pria bersenjata menerobos pos pemeriksaan keamanan di dekat ruang acara gala media yang dihadiri Trump. Peristiwa itu menambah tekanan pada sistem keamanan di sekitar presiden AS dan membuat aparat bergerak cepat setiap kali ancaman muncul di pusat kekuasaan negara.
Source: mediaindonesia.com






