Donald Trump menegaskan bahwa kemunduran Amerika Serikat tidak terjadi di bawah pemerintahannya, melainkan saat Joe Biden menjabat. Ia bahkan menyebut penilaian Xi Jinping terhadap kondisi AS pada masa Biden sebagai “100% benar”.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Jumat (15/5/2026). Sikap tersebut muncul tak lama setelah pertemuannya dengan Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan Presiden AS ke China pada 13-15 Mei 2026.
Respons atas sindiran halus Xi
Dalam pertemuan di Beijing, Trump menangkap adanya sindiran halus dari Xi mengenai posisi Amerika Serikat di panggung global. Trump kemudian menolak anggapan bahwa komentar itu mencerminkan kondisi AS saat ini.
Menurut Trump, pelemahan yang ia maksud justru berkaitan dengan masa pemerintahan Joe Biden. Ia menyinggung ekonomi yang melemah, persoalan imigrasi, kenaikan kriminalitas, dan kebijakan sosial sebagai bagian dari kondisi yang ia nilai memburuk pada era tersebut.
Trump juga menyebut adanya “kerusakan besar” yang dialami AS selama empat tahun pemerintahan Biden. Dengan nada tegas, ia ingin menepis kesan bahwa posisi Amerika Serikat sedang turun di bawah kepemimpinannya sekarang.
Klaim kondisi AS membaik
Di sisi lain, Trump berupaya menonjolkan perbaikan yang menurutnya sudah terlihat saat ia memimpin. Ia menyebut pasar saham menguat, lapangan kerja bertambah, investasi asing masuk, dan operasi militer berjalan sukses.
Trump juga mengklaim Amerika Serikat telah kembali menjadi negara terkuat di dunia. Ia menulis bahwa dua tahun lalu AS memang berada dalam kondisi menurun, tetapi situasi itu sudah berubah secara signifikan.
Tetap buka ruang hubungan dengan China
Meski melontarkan kritik keras, Trump tidak menutup pintu untuk hubungan yang lebih baik dengan Beijing. Ia mengatakan berharap hubungan Amerika Serikat dan China bisa menjadi “lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya”.
Nada itu menunjukkan bahwa Trump ingin membantah narasi pelemahan AS tanpa memutus jalur komunikasi dengan China. Pertemuan Trump dan Xi pun menjadi sorotan karena memadukan diplomasi tingkat tinggi dengan perbedaan pandangan yang masih tajam.
Source: www.beritasatu.com






