TSMC Akan Naikkan Harga Chip pada 2027, Tekanan Baru bagi Harga Gadget

Author: Redaksi Android62

Rencana TSMC menaikkan harga layanan manufaktur chip hingga 10% pada awal 2027 berpotensi menambah tekanan biaya bagi berbagai perangkat elektronik. Dampaknya dapat menjangkau smartphone, tablet, laptop, hingga smartwatch yang menggunakan komponen dari pelanggan perusahaan tersebut.

Kenaikan biaya tidak hanya berhubungan dengan chip paling mutakhir untuk perangkat kelas atas. Proses manufaktur matang yang masih dipakai untuk banyak komponen juga dilaporkan masuk dalam penyesuaian harga.

Node Lama Turut Terkena Penyesuaian

Menurut laporan Nikkei Asia yang dikutip GSMArena, harga proses canggih TSMC diperkirakan naik sekitar 5% hingga 10%. Besarannya bergantung pada jenis chip dan perusahaan yang membeli layanan produksi tersebut.

Jenis proses Contoh node Kenaikan yang dilaporkan
Node canggih 2nm 5% hingga 10%
Node matang 12nm, 16nm, 28nm Hingga 10%

Node 2nm lazim dikaitkan dengan chip berperforma tinggi, termasuk chipset untuk perangkat generasi mendatang. Namun, kenaikan pada node 12nm, 16nm, dan 28nm membuat potensi pengaruhnya menjadi lebih luas.

Node matang tetap relevan karena digunakan untuk beragam jenis komponen elektronik. Situasi itu berarti tekanan biaya tidak terbatas pada produk premium yang mengandalkan rancangan semikonduktor terbaru.

Biaya Fab dan Material Menjadi Pertimbangan

TSMC menyatakan harga baru mencerminkan naiknya biaya material serta peralatan manufaktur. Perusahaan juga mengaitkan penyesuaian itu dengan investasi pembangunan fasilitas fabrikasi di luar Taiwan.

Pembangunan pabrik chip membutuhkan investasi besar, sementara mesin produksi semikonduktor menjadi unsur penting dalam struktur biaya. Penyesuaian tarif dapat menjadi cara bagi TSMC untuk memasukkan kenaikan kebutuhan investasi tersebut ke layanan produksinya.

Pengaruh bagi konsumen tidak diperkirakan muncul tepat ketika kebijakan dimulai. Perangkat baru memerlukan waktu pengembangan dan distribusi sebelum masuk ke pasar setelah chip diproduksi.

Biaya wafer yang lebih tinggi dapat menjadi salah satu variabel dalam perencanaan produk generasi berikutnya. Meski demikian, belum ada produk konsumen tertentu yang dipastikan akan mengalami kenaikan harga akibat kebijakan tersebut.

Pelanggan Mulai Mempertimbangkan Diversifikasi

TSMC memasok chip bagi sejumlah perusahaan besar, termasuk Apple, Nvidia, Qualcomm, AMD, dan Intel. Ketergantungan pada kapasitas manufaktur tersebut membuat perubahan harga berpotensi memengaruhi strategi produksi para pelanggannya.

Apple dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel dan Samsung untuk mendiversifikasi produksi chip. Langkah ini menunjukkan bahwa ketersediaan pemasok alternatif menjadi perhatian di tengah kemungkinan kenaikan biaya produksi.

Qualcomm juga disebut mempertimbangkan kembali penggunaan layanan Samsung untuk produksi chip Snapdragon. Informasi tersebut masih berupa laporan mengenai pertimbangan manufaktur, bukan pengumuman perubahan pemasok yang telah dikonfirmasi.

Di sisi lain, Intel dilaporkan ingin memproduksi sekitar 80% hingga 90% compute tile CPU Nova Lake di fasilitas internal dengan node 18A. Sebelumnya, sekitar 60% hingga 70% compute tile Nova Lake disebut direncanakan dibuat TSMC menggunakan node N2.

Perubahan rencana Intel, apabila terealisasi, dapat mengurangi porsi produksi Nova Lake yang bergantung pada TSMC. Pada akhirnya, dampak kenaikan Harga Chip TSMC terhadap harga perangkat akan ditentukan oleh keputusan masing-masing merek, apakah menyerap biaya tambahan atau meneruskannya kepada pembeli.

Source: www.gsmarena.com
Berita Terbaru