Mengetahui ada atau tidaknya tunggakan pajak pada mobil bekas bisa dilakukan langsung dari ponsel. Cara ini membantu calon pembeli melihat beban administrasi kendaraan sejak awal, sebelum transaksi benar-benar selesai.
Pengecekan semacam ini penting karena pajak yang belum dibayar dapat berubah menjadi kewajiban baru setelah mobil berpindah tangan. Jika riwayatnya bermasalah, biaya tambahan bisa ikut menempel pada pemilik berikutnya dan membuat harga mobil terasa jauh lebih mahal dari yang terlihat di awal.
Cara cek dari ponsel
Riwayat pajak mobil bekas bisa dilihat lewat situs resmi Samsat sesuai daerah kendaraan. Selain itu, ada juga layanan digital seperti aplikasi Samsat Digital Nasional atau SIGNAL yang memungkinkan pengecekan hingga pembayaran dilakukan secara daring.
Di beberapa wilayah, layanan SMS dan e-Samsat dari pemerintah daerah masih tersedia. Umumnya, pembeli hanya perlu memasukkan nomor polisi kendaraan untuk memunculkan data pajak yang dibutuhkan.
Melalui cara itu, pengguna bisa melihat status pajak, masa berlaku, dan jumlah yang harus dibayar. Prosesnya praktis karena dapat dilakukan langsung dari ponsel tanpa harus mengantre di loket pelayanan.
Kenapa riwayat pajak tidak boleh diabaikan
Banyak orang saat mencari mobil bekas lebih dulu menilai mesin, bodi, dan interior. Namun, status pajak yang tidak beres bisa menjadi sumber pengeluaran baru yang nilainya tidak kecil setelah kendaraan dibeli.
Gazoel Amin, pemilik Bantu Cek, menegaskan bahwa riwayat pajak memperlihatkan apakah kendaraan dibayarkan secara rutin atau justru menunggak. Ia juga mengingatkan bahwa tunggakan dapat menjadi beban pemilik baru bila tidak dihitung sejak awal.
Karena itu, pemeriksaan pajak sebaiknya masuk ke daftar utama sebelum memutuskan membeli. Langkah ini membantu pembeli menilai kendaraan secara lebih utuh, bukan hanya dari tampilan fisik atau kondisi mesinnya saja.
Data yang perlu dicek setelah hasil muncul
Setelah hasil pencarian tampil, pembeli tidak cukup berhenti pada angka pajaknya saja. Informasi kendaraan seperti merek, tipe, dan tahun mobil perlu dicocokkan dengan unit yang hendak dibeli.
Jika ada ketidaksesuaian data, pengecekan lanjutan perlu dilakukan. Kondisi seperti ini bisa menandakan ada masalah administrasi yang perlu dipastikan lebih dulu agar tidak menimbulkan salah keputusan.
Pemeriksaan data juga penting supaya status pajak yang tampak normal tidak menutupi persoalan lain. Dengan begitu, calon pembeli bisa lebih yakin bahwa informasi yang muncul benar-benar sesuai dengan kendaraan yang dilihat.
Risiko saat tunggakan dibiarkan
Tunggakan pajak tidak selalu berhenti pada nominal tahunan yang belum dibayar. Dalam sejumlah kasus, denda keterlambatan membuat total tagihan membengkak dan menambah biaya setelah mobil dibeli.
Gazoel Amin menyebut, jumlah yang harus dibayar bisa mencapai jutaan rupiah pada beberapa kasus. Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya terpaku pada harga jual, tetapi juga menghitung kewajiban pajak yang masih tersisa.
Informasi pajak tertunggak bisa dipakai sebagai bahan negosiasi dengan penjual. Bila ada beban tambahan, nilai itu dapat dipertimbangkan agar harga mobil lebih sejalan dengan kondisi sebenarnya.
Dengan langkah sederhana lewat ponsel, pembeli bisa memperoleh gambaran yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan. Pemeriksaan ini membantu menilai apakah mobil bekas layak dibeli atau justru perlu dipertimbangkan ulang karena beban administrasinya.
Source: otomotif.kompas.com






