Di balik panggung yang tampak mewah, tiga boy group KPop besar pernah melewati masa trainee yang sangat ketat soal makan. g.o.d, SEVENTEEN, dan BIGBANG sama-sama mengalami pembatasan uang makan dari agensi, sehingga kebutuhan paling dasar pun harus dihitung dengan saksama.
Kondisi itu menunjukkan bahwa jalan menuju debut tidak selalu seindah citra yang terlihat di depan publik. Bagi para calon idol, tekanan finansial dari agensi bisa membuat urusan makan harian berubah menjadi beban tambahan.
BIGBANG harus patuh pada batas belanja yang ketat
Taeyang pernah mengungkapkan bahwa masa trainee BIGBANG diwarnai aturan keras dari agensi. Menurut ceritanya kepada Newsen, grup itu bisa dipanggil dan dimarahi jika membeli makanan lebih dari sekali dalam sehari.
Bukan hanya soal frekuensi makan, pengeluaran mereka juga dibatasi sangat kecil. Taeyang menyebut batas belanja mereka hanya lima ribu won, sehingga setiap pesanan makanan harus benar-benar diperhitungkan.
SEVENTEEN mendapat satu kali makan sehari
Joshua dari SEVENTEEN juga pernah membagikan pengalaman serupa. Dalam sebuah acara YouTube pada 2025, ia mengatakan bahwa agensi hanya menyediakan satu kali makan sehari saat dirinya masih trainee.
Kebutuhan lainnya ia tutup dengan bantuan uang dari ibunya. Joshua juga bercerita bahwa ia hidup sangat hemat, dengan uang saku sekitar 500 ribu won per bulan yang kadang dipakai untuk membeli pakaian, meski jumlah itu tetap tidak mencukupi.
g.o.d sempat hanya makan sekali sehari
Pengalaman paling pahit juga datang dari g.o.d saat masih berada di masa trainee. Son Hoyoung pernah menjelaskan di program Baek Jong Won’s Top 3 Chefs pada 2017 bahwa mereka hanya makan satu kali sehari karena agensi sedang mengalami krisis keuangan.
Hoyoung menyebut situasi agensi kacau akibat Krisis IMF. Setelah debut, g.o.d kemudian berjanji tidak akan berhemat soal makanan dan bahkan menuliskan dalam kontrak agar agensi tidak ikut campur dalam urusan itu.
Tekanan yang jarang terlihat publik
Tiga kisah ini memperlihatkan sisi lain industri KPop yang sering tidak tampak dari luar. Di balik latihan panjang dan tuntutan debut, para trainee bisa harus menerima pembatasan makan karena kondisi keuangan agensi.
Dampaknya juga berbeda setelah mereka berhasil debut. g.o.d memilih menjauh dari sikap pelit soal makanan, Joshua belajar bertahan dalam kondisi pas-pasan, sementara BIGBANG akhirnya mendapat ruang lebih besar ketika kondisi ekonomi agensi membaik berkat kesuksesan grup tersebut.
Source: www.idntimes.com






