Uban di usia muda tidak selalu datang karena faktor keturunan saja. Sejumlah kebiasaan harian ikut menentukan seberapa cepat rambut kehilangan warna alaminya, terutama saat produksi melanin mulai menurun.
Melanin adalah pigmen yang memberi warna pada rambut. Karena itu, menjaga kondisi tubuh dan kulit kepala agar tetap mendukung produksi pigmen menjadi langkah yang relevan sejak dini.
Salah satu hal yang paling sering luput adalah paparan stres yang berlangsung lama. Tekanan berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan rambut, bahkan pada level sel yang berperan menghasilkan pigmen.
Penelitian dalam jurnal Nature menunjukkan stres dapat menyebabkan hilangnya sel punca melanosit secara permanen. Saat sel ini terganggu, uban bisa muncul lebih cepat dari yang seharusnya.
Karena itu, pengelolaan stres menjadi bagian penting dari perawatan rambut. Olahraga, tidur cukup, dan menekuni hobi bisa membantu tubuh tidak terus berada dalam kondisi tertekan.
Kebiasaan lain yang patut dibatasi adalah merokok. Kandungan radikal bebas dalam rokok dapat merusak melanosit dan mempercepat penuaan sel, termasuk sel rambut.
Sejumlah penelitian juga menemukan perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami uban dini dibandingkan pria yang tidak merokok. Mengurangi rokok secara bertahap bukan hanya berguna untuk rambut, tetapi juga untuk kesehatan secara umum.
Selain gaya hidup, asupan nutrisi ikut memegang peran besar. Kekurangan vitamin B12, zat besi, dan antioksidan dapat memengaruhi produksi melanin sehingga rambut lebih cepat kehilangan warna aslinya.
Studi oleh Trüeb pada 2009 di International Journal of Trichology menempatkan stres dan kekurangan nutrisi sebagai faktor penting dalam penuaan rambut, termasuk munculnya uban. Pola makan seimbang dengan telur, ikan, kacang-kacangan, sayur, dan buah membantu tubuh mendapat bahan baku yang dibutuhkan rambut.
Asupan air mineral harian juga penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap baik. Saat kebutuhan dasar tubuh terjaga, kesehatan rambut pun lebih mudah dipertahankan.
Pemilihan produk perawatan rambut juga tidak kalah penting. Sampo atau produk lain yang mengandung bahan kimia keras dalam jangka panjang dapat membuat kulit kepala kering dan rambut terasa lebih cepat rusak.
Sulfat seperti SLS dapat mengikis minyak alami rambut. Sementara itu, alkohol tinggi seperti alcohol denat bisa membuat rambut lebih mudah kering, sehingga pilihan sampo yang lebih lembut seperti non-SLS atau sulfate-free layak dipertimbangkan.
Penggunaan produk styling seperti pomade, gel, hair powder, dan dry shampoo juga sebaiknya secukupnya. Langkah ini membantu rambut tidak terus-menerus terpapar bahan yang berpotensi membuatnya kehilangan keseimbangan alaminya.
Perlindungan dari luar juga perlu diperhatikan. Sinar UV, polusi, dan radikal bebas dapat mempercepat kerusakan rambut dan memengaruhi perubahan warna alaminya.
Saat beraktivitas di luar ruangan, topi, payung, atau penutup kepala lain dapat membantu mengurangi paparan tersebut. Keramas secara rutin tetap diperlukan agar rambut dan kulit kepala tetap bersih dan terawat.
Jika kebiasaan sederhana ini dijaga bersamaan, peluang uban muncul lebih cepat bisa ditekan. Perubahan kecil dalam stres, rokok, nutrisi, perawatan rambut, dan perlindungan harian memberi pengaruh besar untuk menjaga warna rambut lebih lama.
Source: www.idntimes.com