Lazio akan kembali ke Stadio Olimpico dengan situasi yang tidak sederhana. Setelah menguras tenaga dalam duel 120 menit dan menyingkirkan Atalanta BC lewat adu penalti di Coppa Italia, tim asuhan Maurizio Sarri langsung dihadapkan pada ujian lain ketika menjamu Udinese di Serie A.
Hasil di piala memang menjaga asa Lazio untuk menatap kompetisi Eropa lewat jalur berbeda, tetapi pekerjaan di liga domestik belum selesai. Posisi mereka yang masih tertahan di peringkat kesembilan membuat setiap laga terasa penting, terlebih saat ritme pertandingan sedang padat dan ruang untuk kehilangan poin semakin sempit.
Sarri Perlu Menjaga Keseimbangan Tim
Kondisi fisik menjadi perhatian utama setelah laga panjang di ajang piala. Jadwal yang rapat memaksa Lazio berhitung cermat, karena kelelahan bisa memengaruhi stabilitas permainan di tengah fase penentuan musim.
Di situ, Sarri diperkirakan tetap membutuhkan rotasi agar tim tidak kehabisan tenaga. Keputusan itu penting bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga untuk mempertahankan konsistensi saat tuntutan liga dan piala datang hampir bersamaan.
Edoardo Motta Berpeluang Kembali Dipercaya
Nama Edoardo Motta kembali menonjol usai tampil menentukan saat adu penalti melawan Atalanta. Kiper cadangan itu mencatat empat penyelamatan penting dan ikut mengantar Lazio melangkah ke partai puncak Coppa Italia.
Dengan kondisi tim yang perlu pemulihan, Motta diperkirakan kembali mengisi posisi старт sejak awal saat menghadapi Udinese. Opsi ini memberi sedikit ruang bagi pemain utama untuk beristirahat, sambil tetap menjaga kestabilan di bawah mistar.
Lini belakang Lazio juga diproyeksikan tetap diisi Lazzari, Romagnoli, Provstgaard, dan Tavares. Susunan ini dibutuhkan untuk menghadapi lawan yang dikenal rapi ketika menyerang balik dan memanfaatkan celah di area pertahanan.
Udinese Datang dengan Modal Pertahanan yang Tangguh
Udinese bukan lawan yang bisa dipandang ringan karena mereka membawa catatan bertahan yang cukup kuat. Meski baru kalah tipis 0-1 dari Parma, tim asuhan Kosta Runjaic sebelumnya hanya kebobolan satu gol dalam empat laga terakhir.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Le Zebrette punya organisasi permainan yang disiplin. Mereka juga sempat memberi kejutan besar musim ini dengan kemenangan 3-0 atas Fiorentina dan AC Milan, dua hasil yang menegaskan kemampuan mereka menghadirkan ancaman bagi tim papan atas.
Selain itu, Udinese juga mampu menahan imbang Atalanta dan Como. Dua hasil itu memperlihatkan bahwa mereka bisa tetap kompetitif saat harus menghadapi lawan dengan kualitas serangan yang berbeda-beda.
Pertarungan di Olimpico Diperkirakan Berjalan Ketat
Laga ini berpotensi berlangsung hati-hati karena kedua tim sama-sama punya kebutuhan penting, meski dengan tujuan yang berbeda. Lazio ingin menjaga momentum setelah sukses di Coppa Italia, sementara Udinese berupaya terus mendaki menuju sepuluh besar klasemen.
Di sektor serang, Lazio bisa menggantungkan harapan pada Isaksen, Noslin, dan Zaccagni untuk membuka pertahanan lawan. Kombinasi mereka akan diuji oleh rapatnya struktur permainan Udinese yang kemungkinan tetap mengandalkan Maduka Okoye di bawah mistar.
Di depan Okoye, Udinese diperkirakan menurunkan Kristensen, Kabasele, dan Solet untuk menjaga garis belakang. Sementara itu, sektor tengah juga bisa berjalan seimbang karena Lazio diproyeksikan memainkan Basic, Cataldi, dan Taylor, sedangkan Udinese membawa Ehizibue, Piotrowski, Zarraga, dan Kamara untuk menjaga ritme permainan.
Dengan kondisi Lazio yang baru melewati laga melelahkan dan Udinese yang tampil solid dalam fase bertahan, duel di Olimpico berpeluang minim ruang terbuka. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Lazio untuk membuktikan bahwa keberhasilan di piala bisa mereka bawa ke performa yang lebih stabil di liga.







