YouTube sedang menguji Ask YouTube, fitur pencarian berbasis AI yang membuat proses mencari video terasa lebih seperti percakapan. Lewat fitur ini, pengguna tidak hanya menerima daftar video, tetapi juga ringkasan dalam bentuk teks yang bisa langsung membantu menemukan informasi yang dicari.
Dalam pengujian awal, Ask YouTube disebut mampu merangkum topik yang cukup kompleks, termasuk sejarah pendaratan bulan Apollo 11. Ringkasan itu kemudian dikaitkan dengan segmen video yang relevan, sehingga hasil pencarian terasa lebih cepat dan lebih terarah.
Pencarian yang lebih interaktif
Ask YouTube dirancang agar pengguna bisa mengajukan pertanyaan yang cukup rumit lalu menambahkan pertanyaan lanjutan untuk memperdalam hasilnya. YouTube menyebut pendekatan ini sebagai cara untuk menghadirkan jawaban yang lebih lengkap dengan memadukan video dan teks.
Fitur tersebut akan muncul sebagai tombol baru di bar pencarian setelah diaktifkan lewat akun masing-masing. Pengguna juga bisa melihat saran prompt yang disiapkan sistem, atau mengetik instruksi sendiri sesuai kebutuhan pencarian.
Dari satu perintah ke hasil yang lebih praktis
Salah satu contoh penggunaan yang disorot adalah saat seseorang ingin merencanakan perjalanan mudik ke kampung halaman. Dari satu perintah, sistem dapat menampilkan ringkasan informasi, video utama dengan penanda waktu, serta galeri video pendek atau Shorts yang masih berkaitan dengan topik tersebut.
Model seperti ini berpotensi memangkas waktu pencarian karena pengguna tidak perlu membuka banyak video satu per satu. Bagi orang yang ingin menemukan bagian tertentu dari jutaan jam konten, pendekatan ini bisa membuat pencarian terasa jauh lebih efisien.
Masih tahap uji, akurasi tetap diawasi
Meski menawarkan kemudahan, teknologi AI generatif tetap membawa risiko pada ketepatan informasi. Laporan yang dikutip dalam artikel referensi menyebut bahwa beberapa hasil pencarian masih berpotensi memuat informasi yang kurang tepat secara faktual.
Catatan itu menjadi penting karena sistem berbasis AI tetap harus menjaga akurasi, terutama saat dipakai untuk topik yang membutuhkan konteks mendalam. Karena itu, pengujian di YouTube Labs menjadi tahap penting agar perusahaan bisa menerima umpan balik langsung sebelum fitur ini dirilis lebih luas.
Bagian dari dorongan AI di YouTube
Ask YouTube bukan satu-satunya fitur AI yang sedang diuji di layanan YouTube. Platform milik Google itu juga mengembangkan sejumlah fitur lain di YouTube Music dan Shorts untuk memperluas peran AI dalam layanannya.
Di YouTube Music, salah satu fitur yang diuji adalah Beyond the Beat yang memberi detail tambahan terkait musik yang sedang didengarkan. Ada pula VibeCheck, alat bantu berbasis AI yang membantu kreator video Shorts sebelum mengunggah konten.
Akses masih terbatas untuk sekarang
Fitur eksperimental ini tersedia mulai hari ini hingga 8 Juni mendatang. Aksesnya masih terbatas untuk pelanggan YouTube Premium di Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas melalui program YouTube Labs.
YouTube menempatkan pengujian ini sebagai langkah awal untuk melihat seberapa besar manfaat AI dalam meningkatkan pengalaman pengguna. Jika responsnya positif, fitur seperti Ask YouTube berpeluang diperluas ke negara lain, termasuk Indonesia.
