UMKM Dibuka Akses Data, Indonesia Kejar Transfer Teknologi AI dari China

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Indonesia membidik kerja sama kecerdasan buatan dengan perusahaan teknologi China untuk memperluas akses data dan peluang digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Agenda ini menempatkan transfer teknologi AI sebagai manfaat yang diharapkan dapat dirasakan lebih luas di dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arah tersebut ketika berada di Shanghai, China. Pemerintah memanfaatkan keterlibatan Indonesia dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO untuk memperluas kemitraan teknologi.

Airlangga menilai kerja sama tersebut tidak semestinya berhenti pada transaksi atau hubungan bisnis antarkorporasi. Pemerintah ingin pengetahuan, teknologi, serta akses yang diperoleh dari kemitraan itu dapat mendukung perkembangan ekosistem digital nasional.

“Beberapa perusahaan juga sempat kami melakukan rapat ataupun berkunjung termasuk ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Uniq 3, FiberHome dan ke depan tentu dengan mengoptimalkan WAICO kita bisa memperluas transfer of technology dan juga membuka kesempatan agar UMKM kita juga memperoleh data dan kesempatan yang sama,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Shanghai, Jumat (17/7).

Sejumlah perusahaan teknologi dikunjungi

Dalam rangkaian kunjungan di Shanghai, Airlangga bertemu serta mengunjungi sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang AI dan teknologi digital. Perusahaan itu mencakup ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Uniq 3, dan FiberHome.

Nama-nama tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk menjajaki peluang kolaborasi teknologi. Fokusnya ialah memperluas jalur masuk bagi pengembangan AI dan pemanfaatan data di Indonesia.

Kerja sama AI dengan China tidak diposisikan sebagai pilihan yang menutup hubungan Indonesia dengan mitra lain. Airlangga menegaskan pemerintah tetap menerapkan kebijakan multisumber dalam pengembangan digitalisasi dan ekosistem digital.

Indonesia juga terlibat dalam pengembangan ekosistem AI yang diinisiasi Amerika Serikat melalui Pax Silica. Menurut Airlangga, keterlibatan dalam WAICO dan Pax Silica tidak perlu dipertentangkan karena keduanya memiliki orientasi serta prioritas berbeda.

WAICO dipandang berfokus pada AI sebagai teknologi atau perangkat yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama. Sementara Pax Silica lebih menitikberatkan pembangunan ekosistem digital yang lebih luas.

Airlangga menyebut AI sebagai produk teknologi yang bersifat netral dan non-politik. Pendekatan itu digunakan pemerintah untuk menjaga ruang kerja sama teknologi tetap terbuka di tengah persaingan AI antara Amerika Serikat dan China.

Hubungan ekonomi yang besar

Agenda teknologi ini berlangsung di tengah nilai perdagangan dan investasi Indonesia-China yang besar. China dipandang sebagai mitra strategis karena hubungan ekonomi kedua negara meliputi perdagangan, investasi, industri, dan sektor digital.

Indikator Nilai Keterangan
Perdagangan Indonesia-China US$160 miliar Tercatat pada tahun lalu
Investasi langsung dari China US$7 miliar Masuk ke Indonesia pada tahun lalu
Investasi melalui Hong Kong US$10 miliar Jika aliran melalui Hong Kong diperhitungkan

Nilai perdagangan Indonesia-China pada tahun lalu disebut mencapai sekitar US$160 miliar. Investasi langsung dari China mencapai US$7 miliar, sedangkan nilainya menjadi sekitar US$10 miliar bila aliran melalui Hong Kong turut dihitung.

Menurut CNN Indonesia, Airlangga juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao. Pertemuan itu membahas evaluasi kerja sama industri dan perdagangan, termasuk sektor digital.

Kedua negara turut membicarakan pelaksanaan nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya, termasuk pengembangan proyek Two Countries Twin Parks. Realisasi investasi sekitar US$2,5 miliar juga menjadi bagian dari pembahasan dalam rangkaian kerja sama tersebut.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru