Begadang sambil mengonsumsi makanan tinggi gula, minyak, dan kalori dapat menambah beban kerja metabolisme tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berisiko berkaitan dengan kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga perlemakan hati.
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Waktu pertandingan yang sangat dini membuat pilihan camilan, minuman, serta pengaturan istirahat menjadi penting bagi penonton.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Mayapada Hospital Bandung, Lukas Mulyono Samuel, SpPD-KGEH, mengingatkan tubuh bekerja lebih berat saat harus mengatur energi dan lemak dari asupan tinggi gula maupun kalori pada malam hari. Keterangan dr Lukas dimuat oleh health.kompas.com.
| No. | Langkah | Tujuan |
|---|---|---|
| 1 | Memilih camilan lebih ringan | Mengurangi asupan gula, garam, dan minyak |
| 2 | Mengutamakan air putih | Membatasi minuman manis dan kafein berlebih |
| 3 | Mengatur waktu tidur | Mencegah begadang menjadi kebiasaan |
| 4 | Menyusun aktivitas esok hari | Mengurangi tekanan saat tubuh belum pulih |
1. Pilih Camilan yang Tidak Membebani Tubuh
Gorengan, makanan manis, dan camilan tinggi garam dapat membuat jumlah kalori selama nobar meningkat tanpa disadari. Pilihan yang lebih ringan antara lain buah potong, kacang rebus atau panggang tanpa garam dan gula, jagung rebus, serta popcorn polos.
Tahu rebus dan edamame juga dapat menjadi alternatif pengganti gorengan. Pepaya atau jeruk dapat diselingi sebagai buah yang mengandung vitamin A untuk membantu mengurangi kelelahan mata.
2. Air Putih Lebih Aman daripada Minuman Manis
Air putih menjadi pilihan utama untuk menemani pertandingan yang berlangsung hingga dini hari. Kopi saset, minuman bersoda, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis lain sebaiknya dibatasi.
Kafein dapat membuat tubuh terasa lebih terjaga dalam waktu singkat. Namun, konsumsi kopi, minuman berenergi, atau soda secara berlebihan berpotensi mengganggu ritme tidur alami.
3. Batasi Begadang dan Siapkan Waktu Pemulihan
Kurang tidur dapat mengganggu hormon leptin yang berkaitan dengan rasa kenyang serta grelin yang memicu rasa lapar. Kondisi ini dapat mendorong makan berlebih, terutama saat makanan tinggi kalori tersedia selama menonton.
Kurang tidur juga berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol yang berhubungan dengan stres dan penimbunan lemak. Penonton disarankan memilih pertandingan yang benar-benar ingin ditonton dan tidak menjadikan begadang sebagai pola sepanjang turnamen.
Waktu istirahat dapat dibantu dengan tidur lebih awal pada hari berikutnya. Tidur singkat selama 20 hingga 30 menit sebelum laga juga dapat menjadi pilihan bila memungkinkan.
4. Kurangi Beban Aktivitas Setelah Nobar
Begadang dapat menurunkan fokus dan memori pada keesokan harinya. Karena itu, pekerjaan atau aktivitas yang berat sebaiknya tidak dipaksakan ketika tubuh belum pulih.
Menyusun urutan prioritas kerja dapat membantu mengurangi tekanan setelah kurang tidur. Langkah ini penting agar gangguan tidur tidak berkembang menjadi stres berkepanjangan atau burn out.
Perhatikan Risiko Metabolik dan Kesehatan Hati
Gangguan tidur, pola makan berlebih, dan stres dapat saling berkaitan dalam meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta gangguan fungsi hati. Pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi risiko metabolik dan kesehatan hati lebih awal.
Mayapada Hospital menyediakan Gastrohepatology Center di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung. Di Bandung, Liver, Metabolic & Wellness Center didukung pemeriksaan elastografi hati non-invasif serta Total Body Matrix Assessment untuk menilai komposisi tubuh dan indikator metabolik.
