Uni Eropa Pasang Biaya Baru per Paket Murah, Temu dan Shein Tertekan

Author: Redaksi Android62

Uni Eropa bersiap mengenakan biaya tambahan 3 euro atau sekitar Rp61 ribu untuk setiap barang dalam paket bernilai di bawah 150 euro. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Juli 2026 dan langsung menyasar arus paket e-commerce murah dari negara ketiga.

Langkah tersebut menjadi sinyal paling tegas bahwa model bisnis paket murah lintas batas kini menghadapi hambatan baru di Eropa. Dua nama yang paling sering dikaitkan dengan perang harga itu adalah Temu dan Shein, yang selama ini dikenal agresif menawarkan produk berharga rendah kepada konsumen.

Alasan Uni Eropa memperketat aturan

Otoritas Uni Eropa menilai bea masuk baru diperlukan untuk menjaga daya saing bisnis lokal. Mereka juga ingin menyamakan perlakuan antara e-commerce dan ritel tradisional yang selama ini dianggap berada dalam aturan berbeda.

Sebelumnya, paket murah tidak dibebankan bea cukai. Kondisi itu membuat barang dari luar kawasan lebih mudah masuk dalam jumlah yang terus meningkat, sementara pelaku usaha lokal harus bersaing dengan struktur biaya yang lebih berat.

Biaya penanganan masih dalam pembahasan

Selain bea masuk baru, Uni Eropa juga menyiapkan skema biaya penanganan paket e-commerce. Biaya ini dirancang untuk membantu menutup naiknya beban kerja otoritas bea cukai akibat membludaknya arus paket masuk.

Gagasan soal biaya penanganan itu sudah muncul lewat proposal pada Juni 2025. Namun, isi kebijakan dan tanggal penerapannya masih dinegosiasikan, termasuk dalam trilog reformasi bea cukai yang sedang berlangsung.

Menurut mandat Dewan, biaya penanganan tersebut seharusnya mulai berlaku pada November 2026. Meski begitu, keputusan final tetap bergantung pada pembahasan antara Dewan dan Parlemen.

Dampak bagi paket murah dari luar Uni Eropa

Kebijakan baru ini bersifat sementara dan hanya menyasar paket dari negara ketiga. Uni Eropa belum menutup pintu bagi arus barang e-commerce dari luar kawasan, tetapi otoritas setempat jelas ingin memperketat kendali atas jalur masuk barang murah.

Dengan bea masuk baru, harga akhir barang murah dari luar Uni Eropa berpotensi naik. Bagi ritel lokal, perubahan ini bisa membuka ruang persaingan yang lebih seimbang di tengah derasnya volume barang e-commerce yang masuk.

Temu dan Shein kini berada dalam sorotan karena model harga rendah yang mereka dorong selama ini semakin berhadapan dengan aturan baru. Kebijakan di level Uni Eropa menunjukkan bahwa era paket murah tanpa beban cukai seperti sebelumnya mulai berubah.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru