PT United Tractors Tbk menyiapkan langkah pemulihan untuk menghidupkan kembali tambang emas Martabe di Sumatera Utara. Operasi yang sempat berhenti sejak akhir tahun lalu itu ditargetkan kembali berjalan pada pertengahan Mei dengan produksi awal sekitar 60.000 ounce.
Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi pers di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta. Tambang Martabe dikelola oleh PT Agincourt Resources, anak usaha UNTR, dan termasuk aset penting dalam portofolio pertambangan perseroan.
Pemulihan dimulai dari tenaga kerja dan alat
UNTR kini menyusun tahapan teknis agar aktivitas tambang bisa dibuka kembali secara bertahap. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memanggil kembali karyawan yang sebelumnya dirumahkan saat penghentian sementara berlangsung.
Selain tenaga kerja, perusahaan juga meminta para kontraktor kembali ke lokasi. Kehadiran mereka dibutuhkan untuk menyiapkan pekerjaan lapangan sebelum produksi dimulai lagi.
Kesiapan alat berat ikut menjadi perhatian utama. UNTR ingin memastikan seluruh peralatan mendukung proses operasi tanpa gangguan berarti saat kegiatan tambang kembali berjalan.
Target produksi awal masih bergantung pada pemulihan
Perusahaan memasang target produksi awal sekitar 60.000 ounce ketika Martabe kembali aktif. Namun, pencapaian angka itu masih bergantung pada cepat atau lambatnya pemulihan operasional di lapangan.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, tambang emas tersebut diharapkan segera masuk ke fase normal. Situasi ini menjadi penting bagi kinerja emas UNTR setelah periode penghentian operasi yang cukup panjang.
Berikut tahapan pemulihan yang sedang dipersiapkan perusahaan:
- Memanggil kembali karyawan yang sempat dirumahkan.
- Menghadirkan kontraktor ke lokasi tambang.
- Menyiapkan alat berat untuk mendukung operasional.
- Memastikan proses teknis berjalan bertahap.
- Menjaga kelancaran menuju produksi awal.
Aspek lingkungan tetap menjadi perhatian
Penghentian operasi Martabe sebelumnya diputuskan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada 6 Desember. Keputusan itu diambil setelah inspeksi udara dan darat untuk menilai risiko banjir dan longsor di hulu DAS Batang Toru.
Pemerintah kemudian melakukan audit lingkungan terhadap seluruh perusahaan di hulu DAS Batang Toru sejak Desember 2025. Langkah tersebut ditujukan untuk memverifikasi penyebab banjir yang melanda Sumatera pada akhir tahun lalu.
Dalam proses pembukaan kembali tambang, UNTR menyatakan akan memperkuat pengelolaan lingkungan hidup. Perseroan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar operasional tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinasi pemerintah dan perusahaan masih berlanjut
Kembalinya Martabe akan menjadi perhatian pasar karena tambang ini memegang peran penting dalam portofolio emas UNTR. Di sisi lain, perusahaan masih harus menjaga keseimbangan antara target produksi, keselamatan kerja, dan kepatuhan lingkungan.
Koordinasi dengan pemerintah menjadi bagian penting dari masa pemulihan tersebut. Selama proses berjalan, kesiapan fasilitas, tenaga kerja, kontraktor, dan pengawasan lingkungan akan menentukan seberapa cepat tambang bisa kembali beroperasi penuh.
