UPH Dan Binus Sama-Sama Lolos Ke Final, Tensi Duel Dua Kampus Besar Makin Tinggi

Final Campus League Basketball Regional Jakarta Season 1 akan menghadirkan duel yang paling menyita perhatian, karena Universitas Pelita Harapan dan Universitas Bina Nusantara sama-sama lolos ke partai puncak. Pertemuan itu terjadi di sektor putra dan putri, sehingga atmosfer persaingan di Basketball Court UPH, Karawaci, Tangerang, langsung naik ke level tertinggi.

Kehadiran dua kampus besar di final membuat laga penentuan terasa seperti duel klasik yang sudah lama dinanti. Kualitas tim yang merata juga membuat jalur menuju final berlangsung ketat sejak turnamen dimulai pada 24 hingga 31 Mei 2026.

Di sektor putri, UPH memastikan tempat di final setelah melewati tantangan berat dari Institut Perbanas. Mereka sempat tertinggal 6-13 pada kuarter pertama, tetapi berhasil membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 51-37.

Jennifer Chioma Igbojike menjadi salah satu nama penting dalam kebangkitan itu. Ia menyumbang 15 poin dan ikut menjaga ritme permainan UPH saat tekanan sebagai tuan rumah justru terasa semakin besar.

UPH juga datang ke final putra dengan hasil meyakinkan. Mereka menyingkirkan Universitas Trisakti 74-55 dan melengkapi dominasi mereka di babak semifinal.

Binus tampil stabil menuju final

Langkah Binus tidak kalah solid. Pada sektor putri, mereka lebih dulu mengamankan tiket final setelah menundukkan Universitas Budi Luhur 55-41.

Di sektor putra, Binus melaju setelah mengalahkan Institut Perbanas 68-56. Pertandingan sempat berjalan seimbang 11-11 pada kuarter pertama, tetapi setelah itu Binus mengambil kendali lewat pertahanan yang rapat dan serangan yang lebih agresif.

Pelatih tim putra Binus, Jap Ricky Lesmana, menilai disiplin bertahan menjadi faktor utama kemenangan timnya. Ia juga menegaskan bahwa aspek itu harus tetap dijaga jika Binus ingin tampil kuat di laga final.

Persaingan menuju partai puncak makin panas

Final UPH kontra Binus di dua sektor membuat babak puncak regional Jakarta terasa semakin besar gaungnya. Pertemuan itu bukan hanya soal perebutan gelar, tetapi juga tentang gengsi dua kampus yang sama-sama menunjukkan kekuatan sejak fase semifinal.

Sejak kompetisi bergulir, tensi pertandingan memang sudah tinggi. Turnamen ini diikuti 16 tim putra dan 8 tim putri dari 16 perguruan tinggi, sehingga setiap langkah menuju final selalu penuh tekanan.

Peta persaingan juga belum selesai di partai final. Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menjelaskan bahwa Regional Jakarta mendapat jatah tiga wakil putra ke The Nationals Campus League 2026 Basketball Season 1.

Tambahan slot itu muncul setelah Regional Samarinda hanya mengirim satu wakil. Karena itu, laga perebutan peringkat ketiga ikut memegang peran penting dalam menentukan nasib tim yang masih memburu tiket ke panggung nasional.

Situasi tersebut membuat setiap pertandingan penentuan di Jakarta memiliki bobot besar. Final UPH melawan Binus memang menjadi sorotan utama, tetapi perebutan posisi lain juga tetap menentukan arah langkah tim-tim kampus di sisa turnamen.

Source: www.viva.co.id
Berita Terkait