UPT PPA Yogyakarta Buka Skrining Anak dan Konseling Orang Tua Setelah Insiden Little Aresha

Author: Redaksi Android62

UPT PPA Kota Yogyakarta membuka pendampingan psikologis khusus bagi anak dan orang tua yang terdampak insiden di Daycare Little Aresha. Langkah ini disiapkan untuk membantu memantau kondisi mental keluarga sekaligus menjaga proses tumbuh kembang anak agar tidak terganggu lebih jauh.

Layanan yang dibuka tidak hanya berfokus pada pemulihan sesaat. Pendampingan ini juga diarahkan untuk memberi perlindungan psikologis yang lebih terarah, mengingat insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah publik dan berdampak pada rasa aman anak maupun keluarga.

Skrining tumbuh kembang anak jadi perhatian utama

Untuk anak-anak korban, UPT PPA Kota Yogyakarta melibatkan psikolog profesional dari Puskesmas dalam proses skrining tumbuh kembang. Pemeriksaan ini ditujukan untuk melihat kondisi psikis anak setelah mengalami peristiwa yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan rasa aman mereka.

Skrining tersebut digelar di Kantor UPT PPA Kota Yogyakarta pada Selasa, 28 April 2026 hingga Kamis, 30 April 2026. Jadwal layanan dibuka pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB, dan orang tua diminta hadir mendampingi anak secara langsung saat datang ke lokasi.

Kehadiran keluarga dinilai penting agar petugas bisa membaca kebutuhan anak dengan lebih tepat. Dari proses ini, skrining juga berfungsi sebagai pengamatan dini untuk melihat apakah anak memerlukan pendampingan lanjutan setelah insiden terjadi.

Orang tua juga mendapat ruang konseling

Pendampingan tidak berhenti pada anak. UPT PPA Kota Yogyakarta turut membuka sesi psikologis khusus bagi orang tua atau wali murid karena peran mereka dianggap sangat penting dalam proses pemulihan anak di rumah.

Sesi untuk orang tua disusun secara individual. Dengan format ini, peserta dapat menyampaikan kondisi yang dialami secara lebih leluasa dan membahas tekanan psikologis yang mungkin muncul setelah peristiwa di daycare tersebut.

Layanan untuk orang tua dijadwalkan pada Rabu, 29 April 2026 dan Kamis, 30 April 2026. Kegiatan berlangsung di UPT PPA Kota Yogyakarta mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan kuota 20 orang per hari.

Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar pendampingan tetap efektif dan privasi setiap orang tua tetap terjaga. Dengan begitu, proses konseling dapat berjalan lebih nyaman dan terarah bagi tiap peserta yang hadir.

Pendekatan pemulihan yang lebih menyeluruh

Langkah UPT PPA Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa dampak insiden pada anak tidak hanya dilihat dari sisi kejadian fisik. Kondisi psikologis setelah peristiwa juga perlu dipantau dengan serius supaya tidak berkembang menjadi masalah yang lebih panjang.

Pelibatan psikolog Puskesmas menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Kehadiran tenaga profesional membantu memastikan skrining dan pendampingan berjalan dengan lebih sistematis, sekaligus memberi dasar yang lebih jelas untuk melihat kebutuhan masing-masing anak.

Dalam kondisi seperti ini, dukungan keluarga menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dari pemulihan anak. Karena itu, perhatian kepada orang tua juga diposisikan sebagai bagian dari upaya mendukung anak agar bisa melewati masa setelah insiden dengan lebih baik.

UPT PPA Kota Yogyakarta juga menekankan pentingnya kehadiran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ketertiban pelaksanaan dinilai diperlukan agar layanan dapat berlangsung lancar dan setiap peserta memperoleh ruang pendampingan yang memadai.

Melalui layanan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta lewat UPT PPA berupaya mengurangi beban mental yang dialami keluarga korban Little Aresha. Pendampingan psikologis yang disiapkan diharapkan dapat membantu anak dan orang tua menjalani proses pemulihan dengan lebih aman, terarah, dan terpantau.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru