Sudah Vaksin HPV Bukan Berarti Bebas Skrining, Kanker Serviks Kerap Tanpa Gejala

Author: Redaksi Android62

Vaksin HPV tidak menggantikan kebutuhan skrining kanker serviks secara berkala. Perlindungan terbaik diperoleh ketika vaksinasi dipadukan dengan pemeriksaan yang dapat menemukan perubahan sel sejak dini.

Kanker serviks sering berkembang tanpa keluhan yang mudah dikenali pada tahap awal. Perubahan pada sel leher rahim bahkan dapat berlangsung perlahan selama bertahun-tahun sebelum menjadi masalah yang lebih serius.

Dua Langkah dengan Peran Berbeda

Vaksin HPV dirancang untuk membantu mencegah infeksi baru dari tipe HPV tertentu. Sementara itu, skrining berfungsi mendeteksi perubahan sel pada serviks agar penanganan dapat dilakukan lebih awal.

Langkah Pencegahan Peran Utama Hal Penting
Vaksin HPV Mencegah infeksi HPV baru dari tipe tertentu Paling efektif sebelum aktif secara seksual
Skrining kanker serviks Mendeteksi perubahan sel serviks sejak dini Tetap diperlukan meski sudah divaksinasi

Pap smear maupun tes HPV tetap dianjurkan secara berkala, terutama bagi perempuan yang telah aktif secara seksual. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menemukan risiko sebelum kanker berkembang.

Menurut CNN Indonesia, tingkat skrining kanker serviks di Indonesia masih tergolong rendah. Pemahaman mengenai manfaat vaksin HPV juga belum merata, meski pencegahan sebelum paparan virus dinilai penting.

HPV Menjadi Faktor Utama

Infeksi Human Papillomavirus atau HPV berkaitan dengan lebih dari 99 persen kasus kanker serviks secara global. Tipe berisiko tinggi, terutama HPV 16 dan HPV 18, menjadi penyebab mayoritas kasus penyakit tersebut.

Infeksi yang menetap dalam waktu lama dapat memicu perubahan pada sel serviks. Karena proses ini tidak selalu memunculkan tanda awal, pemeriksaan rutin menjadi penting meski seseorang merasa tidak memiliki keluhan.

Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan tipe HPV tertentu. Vaksin ini tidak ditujukan untuk mengobati infeksi HPV yang telah terjadi.

Waktu Vaksinasi Menentukan Manfaat

Manfaat vaksin paling tinggi bila diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual. WHO merekomendasikan vaksinasi HPV bagi anak perempuan berusia 9 hingga 14 tahun sebagai jadwal utama.

Perempuan dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin masih dapat memperoleh manfaat. Jenis vaksin dan jadwal pemberiannya perlu dibicarakan dengan tenaga medis berdasarkan usia serta riwayat vaksinasi sebelumnya.

Salah satu vaksin yang disebutkan adalah Gardasil 9, dengan perlindungan terhadap sembilan tipe HPV. Vaksin tersebut mencakup HPV 16 dan HPV 18, serta tipe lain yang berkaitan dengan kutil kelamin dan beberapa jenis kanker lainnya.

Keamanan dan Konsultasi Medis

Vaksin HPV telah melalui tahapan uji klinis sebelum mendapat izin penggunaan dan direkomendasikan WHO dalam program imunisasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Vaksin ini tidak menyebabkan infeksi karena tidak mengandung virus hidup.

Efek samping yang paling sering dilaporkan umumnya ringan dan sementara, seperti nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan serta rasa lelah. Reaksi serius dilaporkan sangat jarang terjadi.

Konsultasi dengan dokter dapat menjadi langkah awal bagi perempuan yang belum pernah divaksinasi. Tenaga medis dapat membantu menentukan pilihan vaksin dan jadwal yang sesuai, sembari tetap menganjurkan skrining berkala.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru