Veda Ega Pratama menjalani musim debut di Moto3 World Championship sembari tetap menyelesaikan pendidikan kelas 3 SMA di Indonesia. Pebalap berusia 17 tahun itu mengandalkan pembelajaran daring agar kewajiban akademiknya tidak tertinggal saat berada di Eropa.
Jadwal latihan, perjalanan lintas negara, dan akhir pekan balapan menjadi tantangan tersendiri bagi pebalap Honda Team Asia tersebut. Namun, waktu tanpa agenda balapan dimanfaatkannya untuk mengerjakan tugas sekolah serta mengikuti ujian secara daring.
Veda saat ini menempati peringkat keenam klasemen Moto3 dengan koleksi 90 poin. Pencapaian itu diraih di tengah masa adaptasi pada kompetisi dunia yang menjadi level baru dalam kariernya.
Musim pertamanya di Moto3 tidak hanya diisi tuntutan untuk memahami persaingan di lintasan. Ia juga harus mengatur ritme antara latihan, balapan, perjalanan, dan pembelajaran dari sekolah di Indonesia.
| Kegiatan | Lokasi | Pola Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Kelas 3 SMA | Indonesia | Tugas dan ujian dilakukan secara daring |
| Sekolah bahasa | Spanyol | Diikuti satu kali setiap minggu pada hari Senin |
Sistem daring menjadi penopang utama agar Veda dapat mempertahankan statusnya sebagai pelajar reguler. Tugas tetap diberikan oleh sekolah di Indonesia meski ia lebih banyak berada di Eropa untuk menjalani persiapan balapan.
Kepada oto.detik.com, Veda menjelaskan bahwa ia mengerjakan tugas ketika tidak memiliki jadwal balapan. Ujian sekolah juga dijalaninya melalui sistem daring.
“Jadi ya, pasti sekolah ngasih saya tugas, tapi saya kerjainnya online dan saya ngerjainnya pasti pas saya nggak balap, kayak pas hari-hari free. Terus juga ujian online,” ujar Veda.
Pola tersebut membuat kegiatan belajar dapat disesuaikan dengan mobilitasnya sebagai atlet. Hari-hari luang menjadi ruang penting untuk memenuhi kewajiban yang datang dari sekolah di Indonesia.
Rutinitas Bahasa di Spanyol
Selain mengikuti pendidikan SMA, Veda juga menjalani sekolah bahasa di Spanyol. Kegiatan itu biasanya dilakukan setiap Senin, satu kali dalam sepekan.
Spanyol menjadi salah satu lokasi penting bagi persiapan latihan dan balapan Veda. Kehadiran sekolah bahasa menambah agenda pendidikan di luar tugas reguler dari Indonesia.
“Kalau sekolah, saya di Spanyol ada sekolah bahasa. Biasanya saya setiap minggu satu kali berangkat di hari Senin,” kata Veda.
Ia menegaskan statusnya di Indonesia masih sebagai siswa kelas 3 SMA. Pendidikan formal tersebut tetap diteruskan meski aktivitas balap membawanya berpindah negara.
Peluang di Musim Debut
Veda beberapa kali tampil kompetitif dan berhasil meraih podium pada musim ini. Hasil tersebut membantunya bertahan di jajaran 10 besar klasemen sementara Moto3.
Persaingan musim ini juga melibatkan perebutan penghargaan rookie of the year. Brian Uriarte dan Hakim Danish disebut sebagai pesaing terdekat Veda dalam perburuan gelar pebalap pendatang baru itu.
Moto3 masih menyisakan 10 seri, sehingga peluang Veda memperbaiki posisinya masih terbuka. Di saat yang sama, ia tetap harus menjaga pembagian waktu antara target di lintasan dan pendidikan yang dijalani secara daring.







