Highside di Lap 8 Menghentikan Laju Veda Ega Pratama Setelah Sempat Memimpin di Assen

Veda Ega Pratama harus mengakhiri balapan Moto3 di Sirkuit Assen lebih cepat setelah mengalami highside keras pada lap kedelapan. Pembalap Indonesia itu sempat tampil sangat kompetitif, bahkan beberapa kali berada di barisan terdepan sebelum crash di antara Tikungan 4 dan 5.

Insiden itu membuat peluangnya untuk finis bagus langsung tertutup, meski Veda dilaporkan sadar dan dalam kondisi baik. Motor Honda yang dikendarainya mengalami kerusakan, sehingga ia harus masuk pit dan tak bisa melanjutkan lomba hingga garis finis.

Bangkit dari hasil latihan yang tidak ideal

Hasil tersebut terasa makin disayangkan karena akhir pekan Veda tidak dimulai dengan mulus. Pada sesi latihan hari Jumat, ia sempat terjatuh dan turun hingga posisi 23, kondisi yang biasanya menyulitkan untuk membangun rasa percaya diri menuju balapan.

Namun, ia mampu memperbaiki keadaan lewat Kualifikasi 1. Dari situ, Veda merebut posisi start ketujuh dan membuka peluang untuk bertarung di kelompok depan pada race 20 lap.

Start sempat melorot, lalu naik dengan agresif

Balapan berlangsung rapat sejak awal, dan Veda sempat turun ke posisi sembilan pada lap pertama. Situasi itu terjadi karena duel saling salip yang ketat di rombongan besar pada lap-lap awal.

Masuk lap ketiga, ritmenya mulai terlihat. Dengan manajemen ban yang baik, Veda menembus lima besar, lalu naik lagi ke posisi tiga sebelum lap itu berakhir.

Tekanan itu berlanjut pada lap keempat. Ia menyalip Maximo Quiles untuk merebut posisi kedua, lalu terlibat duel wheel-to-wheel dengan David Almansa dalam perebutan posisi terdepan.

Kesempatan podium hilang di lap-lap penentu

Persaingan di grup depan kembali mengubah susunan pembalap pada lap keenam dan ketujuh. Veda turun ke posisi keempat setelah disalip Quiles dan Hakim Danish, lalu sempat melebar di tikungan hingga merosot ke posisi kedelapan.

Saat berusaha menekan lagi untuk mengejar posisi depan, motor Veda justru mengalami highside yang keras. Kejadian itu menutup peluangnya dalam balapan yang masih menyisakan banyak lap.

Sayangnya, insiden tersebut terjadi ketika kecepatannya sedang kompetitif. Dengan pace yang ditunjukkan sepanjang lomba, Veda sebenarnya masih punya modal untuk kembali bersaing meraih hasil terbaik seperti saat naik podium pada seri sebelumnya di Ceko.

Penampilan di Assen tetap memperlihatkan daya saing tinggi meski berujung pahit. Dari start ketujuh, naik ke posisi kedua, lalu sempat memimpin, Veda menunjukkan bahwa ia mampu bertarung di level terdepan sebelum crash menghentikan semua peluangnya.

Source: www.rmoljawatengah.id

Berita Terkait