Toyota Veloz bensin sudah tidak lagi menjadi pilihan untuk pasar Indonesia. Toyota kini memusatkan penjualan domestik Veloz sepenuhnya pada Veloz Hybrid Electric Vehicle atau HEV, sehingga model keluarga ini resmi masuk ke tahap elektrifikasi penuh di dalam negeri.
Perubahan tersebut membuat segmen Low Multi Purpose Vehicle atau LMPV ikut bergeser. Mobil yang selama ini dikenal sebagai andalan keluarga kini tidak lagi dipasarkan dalam versi bensin untuk konsumen Indonesia, sementara unit yang masih diproduksi diarahkan untuk kebutuhan ekspor.
Produksi domestik berhenti sejak Februari
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam, menegaskan bahwa produksi Veloz bensin untuk pasar dalam negeri sudah dihentikan sejak Februari. Ia menyampaikan, “Sejak Februari lalu kami tidak memperoduksi Veloz bensin untuk pasar Indonesia. Kini Veloz tersedia sepenuhnya sebagai mobil dengan teknologi elektrifikasi yakni Hybrid Electric Vehicle (HEV).”
Pernyataan itu menunjukkan arah baru Toyota dalam mengelola model yang volumenya besar. Veloz tidak lagi diposisikan sebagai produk bensin untuk pasar lokal, melainkan sebagai model hybrid yang menjadi bagian dari strategi elektrifikasi perusahaan.
Data distribusi sempat menimbulkan pertanyaan
Dalam catatan distribusi Gaikindo pada periode Januari-Maret, wholesales Veloz pada Maret tercatat nihil untuk pasar domestik. Angka ini sempat memunculkan tanda tanya karena pada saat yang sama produksi Veloz masih terlihat berjalan.
Bob kemudian menjelaskan bahwa unit yang diproduksi bukan untuk konsumen Indonesia. Jalur produksi tetap aktif, tetapi diarahkan sebagai suplai ekspor sehingga pabrik masih bekerja meski pasar lokal sudah sepenuhnya beralih ke hybrid.
Veloz HEV mengisi posisi versi bensin
Di pasar Indonesia, Veloz HEV kini hadir dalam dua varian, yakni V dan Q. Harga jelanya dimulai dari Rp 308 juta on the road Jakarta, menempatkan model ini di tengah persaingan yang ketat di segmen mobil keluarga.
Kehadiran Veloz HEV membuat transisi dari versi bensin terasa lebih mulus bagi pasar. Toyota tetap mempertahankan nama Veloz yang sudah dikenal luas konsumen, tetapi mengubah teknologinya ke arah elektrifikasi untuk mengikuti pergeseran kebutuhan pasar.
Platform tetap sama untuk menjaga efisiensi
Secara teknis, Veloz HEV masih menggunakan platform DNGA-B atau Daihatsu New Global Architecture-B. Basis yang sama juga dipakai pada Yaris Cross dan Yaris Cross HEV yang meluncur di Indonesia pada 2023.
Penggunaan platform serupa memberi keuntungan dalam efisiensi produksi dan pengembangan. Langkah ini membantu Toyota menjaga konsistensi kualitas sambil mempercepat penyesuaian teknologi tanpa harus memulai dari struktur kendaraan yang benar-benar baru.
Arah pasar keluarga ikut berubah
Berhentinya Veloz bensin di Indonesia memperlihatkan bahwa pasar LMPV kini tidak hanya bertumpu pada harga dan ruang kabin. Efisiensi bahan bakar dan teknologi elektrifikasi semakin memegang peran penting dalam pertimbangan konsumen.
Bagi Toyota, Veloz HEV menjadi model penerus di segmen keluarga sekaligus penanda bahwa pasar domestik mulai bergerak lebih jauh ke arah hybrid. Sementara itu, Veloz bensin tetap hadir dalam jalur produksi, tetapi perannya kini lebih terkait dengan kebutuhan ekspor daripada pasar Indonesia.
Source: otodriver.com






