Hyundai Motors Indonesia masih mempertahankan Venue di pasar domestik meski kontribusi distribusinya sangat kecil. Model ini tercatat baru terkirim 33 unit sepanjang Februari hingga Desember 2025, lalu bertambah 3 unit saat memasuki 2026.
Angka tersebut memang jauh dari model Hyundai yang lebih populer di Indonesia, tetapi perusahaan tidak menjadikan penjualan rendah sebagai alasan untuk menyudahi kehadiran Venue. Di sisi lain, Hyundai tetap menempatkan model ini sebagai bagian dari susunan SUV yang mereka tawarkan kepada konsumen.
Bukan mengejar volume semata
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menegaskan bahwa Venue dipertahankan karena Hyundai ingin memiliki jajaran SUV yang paling lengkap. Ia juga menjelaskan bahwa model ini memang tidak ditempatkan sebagai produk yang harus mengejar angka penjualan besar.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Venue punya fungsi yang lebih luas daripada sekadar kontribusi angka wholesales. Bagi Hyundai, keberadaan model ini membantu menjaga pilihan SUV agar tetap berlapis dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang beragam.
Masuk dalam strategi portofolio
Keputusan mempertahankan Venue menunjukkan bahwa Hyundai tidak hanya fokus pada model yang paling laku. Perusahaan tampak menempatkan Venue sebagai elemen portofolio yang penting untuk melengkapi lini produk SUV di showroom.
Pendekatan ini memberi Hyundai ruang untuk menghadirkan spektrum SUV yang lebih luas di pasar Indonesia. Dengan begitu, konsumen tetap bisa menemukan pilihan dari lini yang lebih lengkap meski tidak semua model ditargetkan untuk menyumbang volume besar.
Selaras dengan portofolio global
Hyundai juga melihat keberadaan Venue sebagai bagian dari penyelarasan dengan portofolio global. Melalui langkah ini, susunan produk di Indonesia dijaga agar tetap sejalan dengan model yang tersedia di pasar internasional.
Kesesuaian tersebut tidak hanya penting untuk merek, tetapi juga memberi nilai bagi jaringan diler. Model seperti Venue dinilai masih memiliki manfaat dari sisi margin profitabilitas yang ikut mendukung ekosistem penjualan.
Tidak ditempuh dengan diskon besar
Meski penjualannya rendah, HMID tidak memilih strategi agresif berupa potongan harga besar. Perusahaan menegaskan tidak akan mendorong distribusi unit hanya dengan insentif harga ekstrem.
Sikap itu menunjukkan Hyundai lebih memilih menjaga konsistensi produk daripada memaksakan penjualan lewat diskon besar. Pendekatan tersebut juga menjaga positioning Venue agar tetap berada dalam struktur lini yang sudah dibangun perusahaan.
Venue masih tersedia di Indonesia
Fransiscus menegaskan bahwa Venue belum dihentikan dan masih dijual di Indonesia. Hal yang sama juga berlaku untuk Tucson hybrid, sehingga jajaran SUV Hyundai saat ini belum berubah secara drastis.
Ia menyampaikan, “Masih dijual, tidak di-discontinue, termasuk Tucson yang hybrid juga tidak di-discontinue.” Ia kemudian menambahkan, “Tapi tunggu gebrakan berikutnya.”
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Hyundai masih menyiapkan langkah lanjutan untuk lini SUV-nya. Meski belum ada rincian soal produk baru, arah strategi perusahaan menunjukkan bahwa Venue tetap punya tempat dalam struktur SUV Hyundai di Indonesia.







