Vivo S50t 5G langsung mencuri perhatian bukan karena membawa perubahan besar, melainkan karena justru ada satu komponen yang diturunkan dari Vivo S50. Di tengah spesifikasi yang masih sangat mirip, storage menjadi pembeda paling jelas karena model ini memakai UFS 3.1, sementara Vivo S50 masih menggunakan UFS 4.1.
Penyesuaian itu membuat S50t 5G terasa seperti versi yang dipangkas tipis, bukan perangkat baru yang dibangun ulang dari nol. Vivo tetap mempertahankan sebagian besar karakter utama dari model S50, lalu menempatkan varian ini di posisi harga yang sedikit lebih rendah.
Harga dibuat sedikit lebih ramah
Vivo S50t 5G dijual mulai 3.299 yuan untuk varian 12GB RAM dan 512GB storage. Selama periode terbatas, harganya turun menjadi 3.199 yuan.
Ada juga opsi 16GB RAM dan 512GB storage dengan banderol 3.599 yuan. Jika dibandingkan dengan Vivo S50 pada konfigurasi 12GB/512GB, selisihnya disebut hanya sekitar 100 yuan.
Selisih yang tipis itu menunjukkan arah strategi Vivo cukup jelas. S50t 5G diposisikan sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin spesifikasi kelas atas, tetapi tidak terlalu mengejar detail hardware paling premium.
Desain masih mempertahankan kesan premium
Dari sisi tampilan, Vivo tidak banyak mengutak-atik formula yang sudah dipakai pada S50. Bodinya tetap ramping dan pada beberapa pilihan warna memiliki ketebalan mulai 7,49 mm.
Bagian belakang menggunakan kaca dengan sentuhan satin, sedangkan rangkanya memakai aluminium. Vivo juga menyiapkan empat pilihan warna, yaitu Confession, Serenity Blue, Inspiration Purple, dan Space Black.
Kombinasi material dan profil bodi itu membuat S50t 5G tetap terasa premium. Walau diposisikan sebagai varian yang lebih sederhana, karakter visualnya masih sangat dekat dengan seri S.
Layar besar dan spek inti tetap dipertahankan
Sektor layar tidak ikut dipangkas. Vivo S50t 5G membawa panel AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz.
Panel ini juga mendukung HDR dan color gamut P3. Vivo menambahkan teknologi low blue light serta high-frequency PWM dimming untuk kenyamanan mata.
Di bagian performa, ponsel ini ditenagai Snapdragon 8s Gen 3 dan dipadukan dengan RAM LPDDR5X. Sistem operasinya memakai OriginOS 6 berbasis Android 16.
Baterai besar dan kamera tetap menonjol
Daya tahan perangkat ini ditopang baterai 6.500mAh. Pengisian dayanya mendukung 90W lewat kabel, tetapi tidak tersedia pengisian nirkabel.
Untuk kamera, Vivo juga tidak memangkas komposisinya terlalu jauh. Bagian belakang memuat kamera utama 50MP, kamera ultra-wide 8MP, dan kamera telefoto periskop 50MP dengan sensor Sony IMX882.
Di bagian depan ada kamera selfie 50MP. Menariknya, kamera depan dan belakang sama-sama dilengkapi flash khusus, yang membantu saat mengambil gambar di kondisi minim cahaya.
Fitur pendukung tetap lengkap di kelasnya
Vivo S50t 5G masih membawa sensor sidik jari ultrasonik. Untuk konektivitas, perangkat ini mendukung Wi-Fi 6, NFC, dan Bluetooth 5.4.
Ada juga IR blaster dan motor linear sumbu-X. Sejumlah sensor standar lain yang biasa hadir di ponsel kelas atas turut disertakan, sehingga paket fiturnya tetap terasa lengkap.
Dengan susunan seperti itu, S50t 5G tampil sangat dekat dengan Vivo S50. Perbedaan paling nyata tetap berada di storage, dan justru itulah satu-satunya pemangkasan yang paling mudah dicermati di balik bodi dan spesifikasi yang masih sangat mirip.
