Baterai 7.000mAh Jadi Senjata Vivo X Fold 6, Foldable Tipis yang Sulit Diabaikan

Vivo X Fold 6 langsung mencuri perhatian di pasar ponsel lipat karena membawa baterai 7.000mAh dalam bodi yang tetap dibuat tipis. Di segmen foldable premium, kapasitas sebesar ini masih jarang ditemui dan menjadi pembeda utama perangkat tersebut.

Meski mengandalkan baterai besar, Vivo tetap membungkus X Fold 6 dengan desain yang tidak terlihat berlebihan. Dalam kondisi terbuka, perangkat ini memiliki dimensi 157,16 x 145,66 x 4,40 mm, lalu menjadi 157,16 x 74,26 x 9,40 mm saat dilipat dengan bobot sekitar 228 gram.

Daya tahan dan pengisian cepat

Baterai besar itu dipadukan dengan pengisian cepat 80W melalui kabel dan 40W nirkabel. Kombinasi ini menempatkan X Fold 6 sebagai foldable yang mencoba menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan daya tahan panjang tanpa terlalu sering bergantung pada pengisi daya.

Langkah tersebut juga menegaskan arah persaingan baru di pasar ponsel lipat. Jika sebelumnya banyak model menonjolkan desain atau layar, Vivo justru mendorong isu ketahanan daya sebagai nilai jual paling keras.

Layar besar di dalam dan luar

Bagian utama perangkat ini memakai layar lipat AMOLED 8,02 inci dengan resolusi 2.504 x 2.312 piksel. Panelnya menggunakan material luminescent Samsung M14, mendukung refresh rate hingga 120Hz, kerapatan 424 ppi, 1,07 miliar warna, cakupan warna 100 persen DCI-P3, touch sampling rate 300Hz, serta dukungan konten HDR.

Layar penutupnya juga menggunakan panel AMOLED 6,51 inci beresolusi 1.120 x 2.528 piksel dengan kemampuan serupa. Vivo turut menyematkan sertifikasi IP58 dan IP59 untuk ketahanan terhadap debu dan air, yang menjadi nilai tambah penting pada perangkat lipat.

Performa kelas atas dengan Dimensity 9500 Super

Di sektor dapur pacu, Vivo X Fold 6 mengandalkan MediaTek Dimensity 9500 Super berbasis 3nm. Chipset octa-core ini memiliki empat inti efisiensi 2,7GHz, tiga inti performa 3,5GHz, dan satu prime core dengan kecepatan puncak 4,21GHz.

Pengolah grafisnya memakai ARM Mali G1-Ultra. Vivo memadukannya dengan RAM LPDDR5x Ultra hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB, lalu menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6 Fold.

Kamera Zeiss untuk fotografi dan video

Di sisi kamera, perangkat ini membawa modul melingkar berisi tiga kamera hasil penyetelan Zeiss. Kamera utamanya memakai sensor 200 megapiksel dengan aperture f/1.68 dan dukungan optical image stabilisation.

Dua kamera lainnya terdiri dari ultrawide 50 megapiksel dengan aperture f/2.05 dan periskop telefoto 50 megapiksel dengan aperture f/2.57. Kamera telefoto itu mendukung hingga 100x digital zoom, sementara perekaman video tersedia sampai 8K.

Untuk swafoto dan panggilan video, Vivo menyediakan dua kamera depan 20 megapiksel. Satu kamera ditempatkan di layar bagian dalam dan satu lagi di cover screen, sehingga ponsel tetap fleksibel saat digunakan dalam kondisi terlipat maupun terbuka.

Harga, varian, dan pilihan warna

Vivo X Fold 6 dijual mulai CNY 7,999 untuk varian 12GB RAM dan 256GB penyimpanan. Varian 12GB + 512GB dibanderol CNY 8,999, sedangkan model 16GB + 512GB dipatok CNY 9,999.

Untuk konfigurasi 16GB + 1TB, harganya mencapai CNY 10,999. Vivo juga menyiapkan Black Gold Edition dengan harga CNY 11,299, dan penjualan di China dijadwalkan mulai 1 Juli melalui toko online Vivo.

Adapun pilihan warnanya mencakup Blue Hole, Polar Night, dan Salt Lake. Di sisi konektivitas, perangkat ini mendukung 5G, 4G LTE, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, USB Type-C, GPS, GLONASS, BeiDou, Galileo, QZSS, dan NavIC.

Sensor yang tersedia meliputi gravity sensor, ambient light sensor, proximity sensor, gyroscope, e-compass, dan IR blaster. Dengan spesifikasi tersebut, Vivo X Fold 6 tampil sebagai foldable premium yang mencoba menggabungkan layar besar, baterai jumbo, dan fitur flagship dalam satu perangkat.

Source: www.gadgets360.com

Berita Terkait