Penjualan perdana vivo X300 Ultra di Indonesia akan dimulai pada 12 Mei 2026, dengan dua pilihan penyimpanan yang dibanderol Rp25.999.000 dan Rp29.999.000. Ponsel ini juga tersedia lewat bundling Extender & Grip Gen 2 Ultra Kit seharga Rp5.999.000 melalui Vivo Official Store dan mitra resmi di seluruh Indonesia.
Langkah ini menegaskan arah yang diambil Vivo untuk perangkat flagship terbarunya. X300 Ultra diposisikan sebagai ponsel premium yang serius menyasar kreator konten profesional, bukan sekadar tampil dengan spesifikasi tinggi.
Fokus utama ada di kamera Zeiss
Daya tarik terbesar X300 Ultra terletak pada sistem kamera Zeiss yang dibawanya. Vivo menempatkan Zeiss Triple Prime Lenses sebagai pusat pengalaman fotografi dan videografi pada perangkat ini.
Di bagian belakang, ponsel ini memakai kamera ultra-wide 50MP, kamera utama 200MP Zeiss Documentary Camera, dan kamera telephoto 200MP. Kamera telephoto tersebut juga didukung stabilisasi standar CIPA 7.0 untuk membantu menjaga hasil bidikan tetap stabil.
Untuk meningkatkan kemampuan menangkap cahaya dan detail, Vivo menyematkan sensor Sony LYTIA-901 dan LYTIA-818. Kombinasi ini diarahkan agar setiap lensa lebih siap dipakai di berbagai kondisi pemotretan.
Dirancang untuk produksi video yang lebih serius
Tidak hanya foto, sektor video juga mendapat perhatian besar. Vivo membekali X300 Ultra dengan fitur Multi-Focal 4K 120 fps High-Spec Video untuk perekaman yang detail dan gerakan yang mulus.
Ada juga All-New Pro Video Mode yang memberi kendali manual penuh saat merekam. Fitur ini membuat pengguna bisa mengatur aspek visual dengan lebih bebas sesuai kebutuhan produksi konten.
PR Director Vivo Indonesia, Arga Simanjuntak, menegaskan bahwa perangkat ini dibuat untuk pengguna yang ingin naik level. Ia menyebut kebutuhan kreator, profesional, hingga traveler kini bukan lagi sekadar menghasilkan banyak konten, melainkan konten yang terasa lebih hidup, sinematik, dan mudah diingat.
Performa dipacu untuk kerja visual berat
Agar pemrosesan gambar berjalan cepat, vivo X300 Ultra ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset ini dipadukan dengan Pro Imaging Chip VS1+ untuk mempercepat kerja pemrosesan visual.
Vivo mengklaim kombinasi tersebut mampu meningkatkan kecepatan pemrosesan gambar hingga 20 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan dukungan itu, perangkat ini diarahkan agar lebih siap menangani alur kerja foto dan video yang lebih berat.
Layar, baterai, dan sistem operasi
Untuk tampilan, Vivo memakai panel LTPO 2K ZEISS Master Color Display berukuran 6,82 inci. Layar ini dirancang untuk membantu akurasi warna, terutama saat proses penyuntingan foto maupun video.
Sumber daya perangkat ditopang baterai BlueVolt 6600mAh dengan dukungan 100W FlashCharge. Vivo juga menyertakan OriginOS 6 dan memberikan dukungan pembaruan sistem hingga lima tahun.
Varian yang tersedia di Indonesia
Berikut rincian model yang dijual di Indonesia:
| Varian | Harga |
|---|---|
| 16 GB/512 GB | Rp25.999.000 |
| 16 GB/1 TB | Rp29.999.000 |
| Extender & Grip Gen 2 Ultra Kit | Rp5.999.000 |
Dengan kombinasi kamera Zeiss 200MP, perekaman video berfitur tinggi, serta perangkat keras kelas atas, vivo X300 Ultra tampil sebagai salah satu opsi premium yang paling jelas menyasar kreator di pasar Indonesia. Fokusnya bukan hanya pada desain flagship, tetapi pada kemampuan menghasilkan konten yang lebih matang dan siap dipakai untuk kebutuhan profesional.
