Vivo X300 Ultra menonjol di kelas flagship karena memilih kamera utama 35mm, bukan 23mm atau 24mm seperti yang umum dipakai ponsel premium. Langkah ini membuat arah pengembangan kameranya terasa berbeda dan lebih dekat pada selera fotografi profesional.
Pilihan lensa tersebut juga memberi karakter visual yang lebih natural untuk street photography. Sudut pandang 35mm dianggap lebih enak untuk komposisi dan memberi ruang ekspresi yang lebih artistik dibanding kamera utama ultrawide yang lazim di smartphone flagship.
Kombinasi kamera yang dirancang tidak biasa
Kamera utama Vivo X300 Ultra mengandalkan sensor 1/1.2 inci dengan aperture f/1.9. Susunan ini ditujukan untuk menghasilkan foto yang detail, tajam, dan mampu memberi efek bokeh alami tanpa terlalu bergantung pada pemrosesan berlebihan.
Di belakangnya, Vivo juga menyiapkan kamera ultrawide 14mm yang tidak dibuat seadanya. Lensa ini memakai sensor 1/1.28 inci dengan aperture f/2, sehingga kualitasnya tetap diposisikan sebagai bagian penting dari sistem kamera.
Menurut perhitungan pengambilan gambar yang dibawa perangkat ini, kamera 14mm itu bisa dipakai untuk cropping atau digital zoom ke perspektif 23mm maupun 28mm tanpa kehilangan kualitas secara signifikan. Fleksibilitas ini memberi pengguna lebih banyak pilihan komposisi dalam satu perangkat.
Telefoto 85mm dan aksesori yang mendekatkannya ke kamera profesional
Untuk kebutuhan jarak jauh, Vivo membekali X300 Ultra dengan kamera telefoto 85mm beresolusi tinggi. Lensa ini memakai sensor 1/1.4 inci dan aperture f/2.7, yang dinilai cocok untuk potret karena mampu memisahkan subjek dan latar belakang secara alami.
Pengguna juga dapat melakukan pembesaran hingga 135mm untuk menangkap detail yang lebih dekat. Di atas itu, ada aksesori telefoto extender generasi kedua yang memungkinkan pembesaran hingga ekuivalen 400mm.
Dalam praktiknya, kombinasi tersebut membuat X300 Ultra terasa makin mendekati kamera profesional, terutama saat dipakai memotret objek jauh seperti satwa liar atau olahraga dalam kondisi cahaya yang baik. Pada cahaya rendah, kualitas gambar disebut sedikit menurun ketika memakai jangkauan telefoto yang sangat jauh, meski hasilnya tetap tajam dan kaya detail saat pencahayaan mendukung.
Vivo juga menyiapkan shooting grip agar pengalaman memotret lebih mantap. Ketika dipadukan dengan teleconverter, perangkat ini bahkan disebut lebih mirip kamera profesional ketimbang ponsel biasa.
Zeiss, mode street photography, dan konsistensi warna
Vivo menegaskan bahwa salah satu kekuatan X300 Ultra ada pada konsistensi kualitas gambar dari satu lensa ke lensa lain. Perpindahan dari ultrawide 14mm, kamera utama 35mm, hingga telefoto 85mm dirancang tetap mulus dengan karakter warna yang seragam.
Kolaborasi dengan Zeiss memperkuat pendekatan itu lewat sejumlah profil warna seperti Jelas, Halus, dan Alami. Kehadiran profil ini memberi pengguna pilihan karakter gambar yang lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan.
Perhatian khusus juga diberikan pada mode Street Photography, yang sebelumnya dikenal sebagai Humanistic Mode. Kini mode tersebut tampil lebih matang dengan simulasi film bernuansa hangat, dingin, hingga klasik.
Pendekatan itu membuat hasil foto terasa lebih autentik dan mengurangi campur tangan AI yang berlebihan. Dengan begitu, gambar yang dihasilkan terlihat lebih natural dibanding mode foto standar.
Selfie 50MP dan kehadiran di Indonesia
Di bagian depan, Vivo X300 Ultra membawa kamera selfie 50MP dengan sudut pandang sekitar 24mm. Kamera ini diarahkan untuk menghasilkan foto depan beresolusi tinggi dengan detail yang baik.
Vivo resmi membawa X300 Ultra ke Indonesia mulai 12 Mei melalui toko resmi dan mitra penjualan. Kehadiran itu menambah panas persaingan flagship, tetapi sorotan terbesar tetap ada pada keberanian Vivo menggeser fokus dari kamera ultrawide ke lensa utama 35mm.
Dengan susunan 14mm, 35mm, dan 85mm, X300 Ultra menawarkan rentang fokus yang luas untuk lanskap, arsitektur, aktivitas harian, portrait, hingga fotografi jarak jauh. Kombinasi ini menempatkannya sebagai salah satu flagship yang mencoba mengubah kebiasaan lama fotografi mobile.
