Vivo Y500s langsung mencuri perhatian lewat baterai 7.200 mAh yang dipasangkan bersama pengisian cepat 44 watt. Di kelas menengah, kombinasi ini membuat perangkat tersebut mengedepankan daya tahan pakai yang panjang tanpa mengabaikan kenyamanan saat perlu diisi ulang.
Skema itu juga didukung fokus pada ketahanan bodi yang jarang ditemukan di segmen ini. Vivo menyertakan sertifikasi IP68 dan IP69, sehingga Y500s tidak hanya mengandalkan kapasitas baterai besar, tetapi juga membawa perlindungan yang lebih kuat terhadap air dan debu.
Baterai besar dengan fokus umur pakai
Vivo menempatkan aspek baterai sebagai daya tarik utama pada Y500s, bukan sekadar menambah kapasitas lalu mengabaikan ketahanan jangka panjang. Perusahaan menyebut teknologi Blue Ocean 3 battery dirancang untuk menjaga keamanan baterai dalam berbagai kondisi suhu.
Menurut Vivo, sistem tersebut tetap bekerja pada rentang minus 20 derajat hingga 40 derajat Celsius. Selain itu, baterai Y500s diklaim masih bisa mempertahankan kapasitas di atas 80 persen setelah 1.600 siklus pengisian.
Klaim itu setara dengan estimasi pemakaian normal selama sekitar 6 tahun. Dengan begitu, Y500s tidak hanya diposisikan sebagai ponsel yang kuat dipakai seharian, tetapi juga sebagai perangkat yang dirancang bertahan lebih lama dari sisi kesehatan baterai.
Layar besar dengan gerakan lebih mulus
Di bagian depan, Vivo memakai layar LCD 6,75 inci dengan resolusi HD+ 720 x 1.570 piksel. Panel tersebut juga mendukung refresh rate 120 Hz, yang membuat perpindahan antarmenu, gulir media sosial, dan aktivitas menonton terasa lebih halus.
Resolusi yang tidak terlalu tinggi memberi gambaran bahwa Vivo juga mempertimbangkan efisiensi daya. Pilihan layar seperti ini selaras dengan karakter utama Y500s yang memang mengutamakan daya tahan baterai sebagai nilai jual utamanya.
Chipset 5G dan memori yang lega
Untuk urusan performa, Vivo Y500s ditenagai Snapdragon 4 Gen 2 dengan fabrikasi 4 nm. Chipset ini sudah mendukung jaringan 5G, sehingga perangkat dapat menawarkan koneksi data yang lebih cepat untuk kebutuhan harian.
Vivo juga menyiapkan beberapa opsi memori yang cukup besar di kelasnya. RAM tersedia hingga 12 GB, sementara penyimpanan internal mencapai 512 GB, memberi ruang luas untuk aplikasi, foto, video, dan file kerja.
Kamera fungsional, bukan berlebihan
Di belakang, Y500s membawa kamera utama 50 MP. Sementara itu, bagian depan dilengkapi kamera 8 MP untuk swafoto dan panggilan video.
Konfigurasi tersebut terlihat sederhana dan lebih mengarah ke kebutuhan dasar pengguna. Vivo tampaknya memberi porsi lebih besar pada daya tahan, perlindungan bodi, dan kenyamanan pemakaian ketimbang mengejar susunan kamera yang kompleks.
Fitur pendukung dan harga di China
Selain itu, Vivo menambahkan speaker stereo, mode pembersih air untuk speaker, dan sensor sidik jari yang menyatu dengan tombol power. Kehadiran fitur-fitur itu memperkuat kesan bahwa Y500s dibuat sebagai ponsel praktis untuk penggunaan harian.
Di pasar China, Vivo Y500s dijual mulai 1.800 yuan untuk salah satu variannya. Ada pula varian lain yang dibanderol 2.200 yuan, setara sekitar Rp 4,4 jutaan dan Rp 5,3 jutaan.
Hingga saat ini, Vivo belum menyampaikan ketersediaan resmi Y500s di pasar global maupun Indonesia. Dengan baterai 7.200 mAh, pengisian cepat 44 watt, dukungan 5G, serta sertifikasi IP68 dan IP69, ponsel ini hadir sebagai opsi kelas menengah yang menonjol di sisi ketahanan dan daya pakai.







