Vivo Y6c 4G menawarkan kombinasi yang jarang ditemui pada ponsel murah, yakni baterai 6.500 mAh dan layar dengan refresh rate 120 Hz. Perangkat ini dijual di China dengan harga 899 yuan untuk satu-satunya konfigurasi memori 4GB RAM dan penyimpanan 128GB.
Kapasitas baterai menjadi nilai jual utama model ini untuk penggunaan komunikasi, hiburan, dan aktivitas dasar sehari-hari. Vivo menyatakan baterainya dapat mempertahankan kondisi kesehatan hingga lima tahun dalam pemakaian reguler, meski tidak merinci durasi penggunaan dalam hitungan jam.
Ketahanan fisik turut diperhatikan
Selain mengandalkan baterai besar, Vivo Y6c 4G membawa sertifikasi IP65 untuk perlindungan terhadap debu dan percikan air. Ponsel ini juga memperoleh peringkat lima bintang SGS untuk ketahanan terhadap jatuh dan benturan.
Sensor sidik jari ditempatkan di sisi bodi agar mudah dijangkau saat perangkat digunakan. Vivo turut menyertakan keluaran suara hingga 150 persen serta pemancar inframerah untuk mengendalikan perangkat elektronik.
Menurut Vivo, pemancar inframerah tersebut dapat dipakai dengan lebih dari 3.000 model televisi, pendingin udara, dan perangkat lain. Fitur ini memberi fungsi tambahan yang tidak selalu tersedia pada ponsel di kelas harga rendah.
| Komponen | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Layar | LCD 6,74 inci | 1.600 x 720 piksel, 120 Hz |
| Baterai | 6.500 mAh | Pengisian kabel 15W |
| Kamera | Belakang 8 MP | Depan 5 MP |
| Memori | 4GB + 128GB | Satu konfigurasi |
Layar besar dengan gerakan lebih mulus
Bagian depan Vivo Y6c 4G memakai panel LCD berukuran 6,74 inci dengan notch berbentuk tetesan air. Resolusi layarnya mencapai 1.600 x 720 piksel dan mendukung refresh rate hingga 120 Hz.
Vivo menyebut tingkat kecerahan panel dapat mencapai 1.200 nits. Layar tersebut juga telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland untuk emisi cahaya biru rendah.
Refresh rate 120 Hz menjadi pembeda penting karena membuat pergerakan antarmuka berpotensi terasa lebih mulus dibanding layar standar. Namun, perangkat ini tetap menggunakan panel LCD, bukan AMOLED.
Chip dan kamera untuk kebutuhan dasar
Untuk pemrosesan, Vivo Y6c 4G menggunakan Unisoc T7225 berfabrikasi 12 nm. Chip octa-core ini memadukan dua inti Cortex-A75 dan enam inti Cortex-A55 dengan kecepatan hingga 1,8 GHz.
Grafis ditangani oleh GPU Arm Mali-G57, dengan konfigurasi yang ditujukan untuk penggunaan dasar. Pendekatan serupa terlihat pada sektor fotografi yang mengandalkan satu kamera utama 8 MP di belakang.
Kamera depan perangkat ini menggunakan sensor 5 MP. Vivo tidak mengungkapkan keberadaan sensor tambahan maupun fitur fotografi khusus pada model tersebut.
Tersedia di China
Vivo menjalankan OriginOS 6 berbasis Android 16 pada Y6c 4G. Kapasitas baterai 6.500 mAh ini juga melanjutkan pendekatan yang sebelumnya dipakai Vivo pada model Y60.
Vivo Y6c 4G sudah tersedia untuk dibeli di China dalam varian 4GB+128GB. Belum ada informasi mengenai ketersediaan ponsel ini di pasar lain.
Source: www.gizmochina.com





