Volkswagen Siapkan Pemangkasan Besar, 4 Pabrik di Jerman Masuk Daftar Terancam Tutup

Volkswagen tengah menyiapkan perombakan paling besar dalam 89 tahun perjalanannya. Pabrikan asal Jerman itu disebut akan memangkas sekitar 100.000 pekerjaan dan menutup empat pabrik di Jerman dalam beberapa tahun mendatang.

Langkah tersebut mencerminkan tekanan yang semakin berat bagi salah satu produsen mobil terbesar di dunia. Persaingan dengan pabrikan mobil listrik asal China kian ketat, sementara pasar juga menuntut efisiensi yang lebih cepat.

Empat pabrik yang masuk daftar

Empat fasilitas yang disebut berisiko dihentikan operasionalnya berada di Hanover, Zwickau, Emden, dan Neckarsulm. Pabrik Neckarsulm dikelola oleh Audi, yang merupakan anak usaha Volkswagen.

Jika rencana itu berjalan, dampaknya akan sangat luas bagi basis produksi Volkswagen di Jerman. Penutupan fasilitas tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan tidak lagi hanya berbicara soal penghematan biaya, tetapi sudah mengarah ke perubahan struktural yang lebih dalam.

Lokasi pabrikKeteranganStatus dalam rencana
HanoverFasilitas Volkswagen di JermanMasuk daftar penutupan
ZwickauFasilitas Volkswagen di JermanMasuk daftar penutupan
EmdenFasilitas Volkswagen di JermanMasuk daftar penutupan
NeckarsulmDikelola AudiMasuk daftar penutupan

Tekanan biaya dan investasi

Rencana efisiensi Volkswagen juga menyentuh sisi belanja perusahaan. Grup itu menyiapkan pemotongan anggaran investasi sebesar 15 persen menjadi sedikit di atas 130 miliar euro, atau setara 148,2 miliar dollar AS, untuk lima tahun ke depan.

Di sisi tenaga kerja, pemangkasan 100.000 pekerjaan berarti sekitar 15 persen dari total karyawan global Volkswagen. Dengan skala sebesar itu, langkah ini akan menjadi salah satu efisiensi paling besar yang pernah dilakukan grup otomotif tersebut.

Sebelumnya, Volkswagen sempat menyampaikan agenda efisiensi untuk meningkatkan profitabilitas melalui peluncuran produk baru dan pengurangan biaya operasional. Saat itu, estimasi awal hanya menyebut sekitar 50.000 pekerja di Jerman akan terdampak hingga 2030.

Kesepakatan lama kini terancam berubah

Pada akhir 2024, manajemen sempat mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk menghindari penutupan pabrik. Kesepakatan itu juga meniadakan pemutusan hubungan kerja wajib hingga akhir dekade ini.

Namun, arah terbaru yang muncul dari internal perusahaan menunjukkan perubahan yang jauh lebih tajam. Alih-alih mempertahankan stabilitas tenaga kerja, Volkswagen kini mendorong restrukturisasi yang lebih cepat dan lebih luas.

Juru bicara perusahaan tidak memberi komentar mendalam soal dokumen internal yang disebut bersifat rahasia. Ia hanya menegaskan bahwa keputusan final tetap harus melalui persetujuan badan pengelola yang berwenang.

“Seluruh Grup, termasuk merek dan anak perusahaannya—harus menjalani perubahan yang mendalam,” kata juru bicara Volkswagen.

Penolakan dari pekerja dan dampak pasar

Rencana pemangkasan dan penutupan pabrik langsung memicu penolakan dari perwakilan karyawan. Dewan Pekerja Umum Volkswagen bersama serikat pekerja industri Jerman, IG Metall, menyatakan siap melawan kebijakan tersebut.

“Jika rencana seperti itu benar-benar dilanjutkan, kami akan mencegahnya dengan seluruh kemampuan kami,” kata mereka. Sikap itu memperlihatkan bahwa konflik internal berpotensi memanas ketika manajemen mendorong restrukturisasi.

Dampaknya juga mulai terasa di pasar modal. Saham Volkswagen turun 0,2 persen pada penutupan perdagangan Jumat, di tengah tren pelemahan yang sudah membuat nilainya merosot lebih dari 25 persen sejak awal tahun 2026.

Data internal yang disebut dalam laporan itu juga menunjukkan Volkswagen memiliki 657.400 karyawan pada akhir kuartal pertama tahun 2026. Dengan jumlah sebesar itu, rencana pemangkasan 100.000 pekerjaan akan menjadi guncangan besar bagi struktur kerja perusahaan.

Berita Terkait